4 Cara Berbenah Diri Sekeluarga Sebelum Eksekusi Beberes Rumah

Berbenah ala Gemar Rapi bukan dengan menyegerakan eksekusi beberes rumah. Tetapi dimulai dengan membenahi diri sendiri. Gemar Rapi membantu proses self-healing ini dengan memfasilitasi yang namanya Pilar-pilar Gemar Rapi. Jadi, aku harus berbenah diri dengan menguatkan Pilar-pilar ini sebelum memulai eksekusi beberes.

4 Pilar pertama sudah aku bahas di postingan sebelumnya sebagai strategi berbenah bersama pasangan. Jadi bisa dibilang 4 Pilar pertama itu bukan sekadar self-healing tapi juga couple-healing. Nah, 4 Pilar terakhir lebih kompleks lagi. Sifatnya membenahi diri sendiri, bersama pasangan, juga semua penghuni rumah. Berbenah diri sekeluarga. Family-healing dong ya hehe.

4 Pilar terakhir yang membantu berbenah diri sekeluarga ini adalah Pesonalized, RASA, Safety and Hygiene, dan Ramah Lingkungan. Aku akan jabarkan dalam bentuk Question and Answer aja ya, biar lebih gampang bacanya.

Personalized: Bagamana Karakter Kebutuhan Penghuni Rumah?

Metode berbenah rumah itu nggak bisa pukul rata karena kebutuhan setiap keluarga berbeda. Maka caranya dibikin custom, menyesuaikan tiap keluarga, atau Personalized. Cara mudahnya adalah dengan menilai karakter berbenah penghuni rumah. Berikut step-stepnya.

1 List Kebutuhan Penghuni

Penghuni rumahku ada aku sendiri, Mas, dan baby M. Aku menyusun list berurut mulai dari yang paliiing butuh.

Kebutuhanku

  • Baju (Baju Pergi 5, Baju Domestik 5, Daster 5, Jilbab 6)
  • Quran
  • Alat Shalat (Mukena 3, Sajadah 1)
  • Buku
  • Kipas Angin
  • Gadget (Laptop + HP)
  • Kitchen Tools (terutama Blender)
  • Domestic Tools (terutama Mesin Cuci)
  • Body Care + Skin Care + Make Up (terutama sabun, shampoo, deodoran, lipstik, dan parfum)

Kebutuhan Suami

  • Baju (Seragam 5, Baju Pergi 5, Baju Rumah 5)
  • Quran
  • Alat Shalat (Sarung 3, Peci 3, Sajadah 1)
  • Gadget (HP, TV, HDMI)
  • Body Care + Skin Care (terutama sabun, shampoo, deodoran, parfum, dan alat cukur)
  • Maintenance Tools
  • Gardening Tools

Kebutuhan Baby M

  • Baju (7 clodi, 6 baju pagi siang, 6 baju bobo, 6 baju pergi)
  • Bathing Gears (terutama Bak Mandi dan Toiletteries)
  • Feeding Gears (Mangkuk, Sendok, dan Booster Seat)
  • Supporting Gears (SSC, Stroller)
  • Mainan dan Buku

2 Urutan Berbenah

Kami memilih top three dari dalam rumah yang urgen untuk dibenahi. Sisa ruangan atau bagian lainnya akan kami benahi mengikuti prosedur Gemar Rapi aja hehe. Berikut urutannya.

  1. Perlengkapan Baby M
  2. Dapur
  3. Gudang

Perlengkapan Baby M sudah jadi clutter yang serius. Mengingat manajemen sirkulasi baju bayi yang berganti ukuran dengan cepat tidak dipikirkan sejak awal. Ditambah kado pemberian yang belum dipakai.

Dapur bersebelahan dengan Gudang. Kami pisahkan dengan rak piring saja. Pada dasarnya, jika ingin berbenah dapur maka gudang juga harus dibenahi. Karena fungsi storage kedua ruangan ini hampir bercampur. Barang gudang ada di dapur, barang dapur ada di gudang. Menumpuk, bercampur, dan menjadi clutter. Sehingga sangat urgen untuk segera dibenahi.

2 RASA: What is Your Family Hygge Mood?

Gemar Rapi punya prinsip berbenah. Namanya RASA. Rapi dan Teratur. Aman dan Nyaman. Sehat dan Bersih. Alami dan Berkelanjutan. Setiap prinsip dari RASA melekat yang namanya Hygge. Istilah dari Denmark ini berarti perasaan menyenangkan dan menenangkan. Jadi, bagaimana agar rapi, aman, sehat, bersih, dan green livingnya terasa menyenangkan dan menenangkan?

Hygge

Pronounced “hoo-ga,” this Danish concept cannot be translated to one single word but encompasses a feeling of cozy contentment and well-being through enjoying the simple things in life

The Little Book of Hygge by Meik Wiking

Caranya adalah dengan melihat lagi ke diri sendiri dan keluarga, perasaan menyenangkan dan menenangkannya itu seperti apa. Dengan kata lain, memahami apa Hygge versi keluarga. Family Hygge Mood. Membuat daftar Hygge versi diri sendiri dan penghuni rumah akan memudahkan kita mendefinisikan perasaan tersebut. Aku membuat daftar My Family Hygge Mood secara general ya. Bukan list untuk setiap penghuni. Pengennya bikin ilustrasi watercolor gitu buat list family hygge mood nya biar keceh, tapi busui sibuk.

My Family Hygge Mood

  • Ngeteh pagi2 bareng Mas waktu weekend
  • Ngeblog sambil minum es kopi bikinan sendiri
  • Damai waktu shalat dan tilawah bareng baby M
  • Ngeindomie goreng malam2 sama Mas setelah baby M terlelap sambil nonton Liga Inggris
  • Selimutan bertiga waktu di luar hujan deras
  • Kamar mandi yang wangi
  • Dapur yang bersih
  • Sprei yang baru diganti
  • Tanaman mungil di pojok rak toiletteries kamar mandi, wastafel dapur, atas kulkas, sebelah dispenser dan samping TV.
  • Keset yang kering dan bersih
  • Sajadah, mukena, sarung, dan peci yang bersih dan harum
  • White noise dari kipas angin dan murottal
  • Lampu yang mati saat tidur

MaasyaAllah. Menulis dafta hygge ini rasanya jadi seperti counting my blessings. Banyak banget nikmat Allah ternyata ya dari dalam rumahku. Nyata-nyata ada di keluargaku.

PR selanjutnya adalah tinggal gimana biar daftar Hygge ini melekat di prinsip RASA. Nanti yaa. Kembali dulu ke cara berbenah diri sekeluarga.

3 Safety dan Hygiene: Apakah Kondisi Rumah Aman dan Sehat?

Safety

Aku ambil indikator Safety dari John Hopkins Medicine. Website tersebut di bawah lisensi The Johns Hopkins University, The Johns Hopkins Hospital, dan Johns Hopkins Health System. Mengetahui sejauh mana keamanan dan kesehatan rumah adalah dengan memeriksa setiap ruangan dalam rumah: kamar orang tua, kamar anak, kamar mandi, dapur, ruang tamu, halaman, dan printilan.

Aku memeriksa setiap ruangan dalam rumah menggunakan Household Health and Sefety Checklist dari wesite tersebut. Berikut hasil pemeriksaan kemanan dan kesehatan kondisi rumahku. Tanda check aku berikatan pada indikator yang sudah dijalankan di rumah.

1 Kamar Orangtua

Don’t leave medicines, toiletries, or other household products in drawers or on night stands. Keep controlled substances, such as narcotics and sedatives, in locked containers.

To avoid accidental injuries or choking, keep penknives, nail files, scissors, and pocket change out of reach.

___ Install a smoke detector and a carbon monoxide detector in the hallway outside of the bedrooms on all levels of your home. Test monthly and replace every 10 years.

Make certain drapery cords and blind cords are well out of reach of children.

2 Kamar Anak

___ Make certain the crib mattress fits snugly.

___ Crib slats should be placed no wider than 2 3/8 inches apart.

___ Make certain the crib has been put together properly and is not missing screws or bolts to prevent it from collapsing.

___ Make certain there is a carpet or rug beneath the crib or changing table to soften the impact if an infant falls.

___ Drop-side cribs, in which one or both sides drop down, are not recommended.

___ Make certain that children’s toys and furniture have not been recalled. You can check at www.cpsc.gov.

___ Furniture should be attached to the walls. Then if a child climbs on it, it shouldn’t fall on the child.

___ Make certain drapery cords and blind cords are well out of reach of children and cribs.

Remove all crib gyms, hanging toys, and decorations from a crib by the time a baby can raise up on hands and knees.

___ Make sure there is a safety belt on the infant changing table, and that it is used consistently and properly.

Make sure baby powder and lotions are out of a baby or child’s reach. But, within your reach, so you do not have to leave the infant to reach these items.

___ If your child can climb out of the crib, consider a youth bed with guard rails, or place the crib mattress on the floor.

Never leave small parts or pieces of a toy in a child’s room.

Make certain a night light is not near or touching drapes or the bedspread.

Never place a crib, playpen, or bed near a window.

Make certain window screens are securely in place, or that window guards are present to prevent a child from falling from a window.

___ Make certain there are plug protectors in the unused electrical outlets.

___ If there is a lid on the toy box, it should not be heavy, hinged, or lockable. Children may crawl inside and become trapped.

3 Kamar Mandi

Put a nonskid bathmat on the floor and a nonskid mat or decals in the bathtub.

___ Protect all electrical outlets with ground fault circuit interrupters.

Store medicines, cosmetics, toiletries, and cleansers well out of reach of children.

When children are present, put child-resistant safety latches on all cabinets storing potentially harmful substances.

Store electrical appliances, such as hair dryers and curling irons, out of reach.

___ Always unplug such an appliance before leaving it unattended, no matter how briefly.

___ To avoid accidental scalding, make certain to set the water heater no higher than 120°F (49°C).

Never leave a child or disabled person unattended in a bathtub, or in a bathroom where there is a tub, sink, or bucket containing water.

___ Keep toilet lids closed.

4 Dapur:

Don’t store vitamins (or medicines) on the kitchen table, counter top, or window sill.

Make certain knives, scissors, and other sharp utensils are out of reach.

Store dishwasher detergent and other cleaning supplies in their original containers and out of reach.

___ When children are present, install safety latches on cabinets and drawers within a child’s reach.

Keep chairs and step stools away from counters and stoves.

___ Always turn pot handles inward when cooking on the stove. Use back burners whenever possible.

___ Keep the toaster out of the reach of toddlers.

___ Make certain appliance cords are not dangling, so they can’t be pulled from a counter.

___ Unplug appliance extension cords when not in use.

___ When children are present, use plug protectors for all unused wall outlets.

___ If a child is in a highchair, make sure it is sturdy and has a seat belt with a strap between the legs.

___ Keep a working fire extinguisher in your kitchen.

5 Ruang Tamu

Keep houseplants out of reach of children and pets. A number of plants are poisonous.

___ Make certain TV sets and other heavy items are secure so they can’t be tipped over.

___ Remove unnecessary extension cords.

___ Put plug protectors in any unused electrical outlets when children are present.

Move tables and other objects with sharp edges away from the center of a room, especially if there are toddlers or disabled persons in the home.

___ Place protective material on sharp furniture edges.

Keep drapery and blind cords out of reach of children and disabled persons.

Secure area rugs to prevent falls and slips.

6 Outdoor

Keep stairs and walkways clear of snow, wet leaves, or other debris.

Repair cracks or chips in cement sidewalks and stairs.

Make certain railings, gates, and fences are secure and in good repair.

Keep garbage cans covered.

___ There should be a fence with a locked gate between the house and the backyard swimming pool.

___ Garden tools and lawn equipment should be securely stored.

___ Play equipment, such as swing sets and garden furniture, should be properly anchored and assembled. Check regularly for rust, splintered wood, or cracks.

7 Printilan Lainnya

___ If you have a fireplace, wood burning stove, or other heat source, place barriers around it to prevent accidental burns.

___ Inspect and clean chimneys and stovepipes regularly.

Make certain hazardous items, such as bug sprays, cleaners, laundry detergent packets, e-cigarettes, auto care products, and weed killers, are secured and stored in their original containers in the garage, utility room, or basement.

___ The first action when a person has ingested a toxic substance is to call the local poison control center at the universal telephone number in the U.S.: 800-222-1222.

Make certain plastic bags, broken pieces of toys, buttons, screws, and other choking or suffocation hazards are stored out of reach of children.

___ Post emergency telephone numbers near each telephone in your home.

___ When children are present, safety devices, such as gates, locks, and doorknob covers, should be in use at all stairways and exits in your home.

Make sure all indoor and outdoor stairways and entries are well lit and clear. Staircases are safer with handrails on both sides of the stairs.

___ Make certain bathrooms and bedrooms can be unlocked from the outside.

Keep matches and lighters out of the reach of children and disabled persons.

___ A home should have 2 unobstructed exits, in case of fire or other emergency.

___ Check all electrical cords to make sure they are not cracked or frayed.

___ Make certain outlets or extension cords are not overloaded.

___ It is best not to use space heaters. If they are used, make sure they are in safe condition. Never plug them into an extension cord. Don’t place them near drapes or furnishings.

Paint or wallpaper should not be chipping or peeling. Be sure the paint doesn’t contain lead.

Keep purses, backpacks, and other portable storage bags out of a child’s reach. They may contain medicines, penknives, hard candies, and other items that may harm children.

Hygiene

Higienitas aku relasikan dengan kesehatan. Aku memeriksa higienitas rumah menggunakan A Healthy Home Checklist dari US Department of Health and Human Services. Berikut hasilnya.

Jadi, kondisi rumah sudah aman dan sehat belum?

Belum.

Astaga ini fakta mengejutkan. Tapi bersyukur juga. Karena bisa jadi awareness dan persiapan sebelum baby M menjelajah rumah.

Kebanyakan belum aman gara-gara manajemen kabel dan barang elektronik yang belum baik. Ditambah belum instalasi perangkat keamanan semacam smoke detector dan fire extinguisher. Rumahku juga belum sehat karena cairan pembersih masih mengandung pestisida, dan sirkulasi udara belum baik.

Oiya ada beberapa indikator yang tidak relevan di Indonesia seperti memeriksa perapian, cerobong asap dan nomer call center. Indikator sisanya ada yang nggak aku check karena memang tidak ada di rumah seperti water heater, tangga, kolam renang, dan crib alias boks bayi.

4 Environment: Apakah Ramah Lingkungan Sudah Menjadi Gaya Hidup?

Ramah lingkungan menjadi alternatif menyingkirkan hasil decluttering yang baik. Namun bila kembali ke prinsip RASA, maka ramah lingkungan menjadi upaya terdepan. Tidak hanya saat berbenah tapi juga menjalani hidup. Bisa dibilang, Pilar terakhir ini tentang bagaimana memikirkan lingkungan menjadi concern kita sehari-hari. Mudahnya, menjadikan ramah lingkungan sebagai gaya hidup.

Ramah Lingkungan sering dikenal dengan sebutan Green and Sustainable Living (GSL). GSL berarti bijak konsumsi karena memikirkan dampak terhadap lingkungan dan keberlanjutan bumi. Gaya hidup GSL menjadi motor yang menekan sampai menolkan sisa konsumi alias sampah (zero waste).

Terasa berat kah memikirkan untuk memulai GSL?

Terminologi sustainable sebenarnya erat dengan amal jariyah. Pikirkan jerih payah usaha kesabaran demi menjaga bumi ini akan menjadi amal yang berkelanjutan. Yang berarti pahala mengalir terus menerus bahkan ketika kita sudah tiada dari muka bumi. Menjaga keberlanjutan bumi sama dengan investasi kebaikan yang terus menerus untuk diri kita sendiri. Mungkin jika kamu orang yang ‘tidak memikirkan diri sendiri’, pikirkan anak cucu yang nanti menghuni bumi hasil sisa konsumsimu yang tidak bijak. Masih tidak peduli?

We don’t need a handful of people doing zero waste perfectly. We need millions of people doing it imperfectly

Anne-Marie Bonneau

Gemar Rapi menyediakan indikator untuk mengukur apakah gaya hidup kita sudah ramah lingkungan atau belum. Namanya 8R. Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rehome, Repurpose, Replant, dan ROT.

1 Refuse (Hindari)

Artinya menghindari clutter. Refuse ini erat kaitannya dengan mindful belanja atau tidak konsumtif. Belanja sesuai kebutuhan agar tidak menjadi clutter. Ingat bahwa clutter yang didecluttering akan menjadi sampah.

Refuse yang sudah aku sekeluarga lakukan adalah

  • menghindari penggunaan kantong plastik saat belanja
  • menolak brosur dan katalog belanja
  • membawa kotak makan dan goodie bag sebagai wadah saat belanja

Refuse yang belum aku sekeluarga lakukan adalah

  • say no to sedotan plastik
  • beli minuman botolan

2 Reduce (Mengurangi)

Reduce meringankan kita yang belum bisa 100 persen menghindari barang sekali pakai. Solusinya adalah dengan mengurangi.

Reduce yang sudah aku sekeluarga lakukan:

  • Bersih-bersih dapur dengan kitchen towel, sedangkan lap piring menggunakan serbet
  • Segera mematikan lampu dan kipas angin yang tidak dipakai
  • Mengurangi membeli makanan dengan jasa ojek online
  • Mulai beralih ke ebook

3 Reuse (Pakai Berkali-kali)

Reuse menambah umur pemanfaatan benda. Jadi benda yang kita miliki dapat dimanfaat semaksimal mungkin agar tidak mudah menjadi sampah.

Reuse yang sudah aku sekeluarga lakukan:

  • Memakai botol kaca bekas untuk tanaman hias dan stok minuman dingin
  • Kaleng biskuit bekas menjadi pot tanaman mungil
  • Mug menjadi tempat pensil
  • Menggunakan goodie bag untuk belanja dan menyimpan sayuran dalam kulkas
  • Menggunakan clodi (cloth diaper)
  • Membawa botol minum sendiri

4 Recycle (Membentuk Kembali)

Recycle terkenal dengan istilah daur ulang. Banyak yang meyakini bahwa daur ulang belum didukung besar-besaran oleh Pemerintah. Lebih baik mulai secara kecil dari dalam rumah. Paling mudah adalah dengan mendaurulang sampah organik yang ada di rumah. Sayangnya, memilah sampah saja belum aku lakukan. Singkatnya daur ulang belum berhasil aku eksekusi di rumah.

5 Rehome (Donasi)

Donasi merupakan bentuk paling mudah dalam mengolah hasil decluttering. Apalagi menambah humanity value.

Permasalahan yang muncul ketika hendak donasi adalah: didonasikan ke mana ya? Aku yang termasuk tinggal di domisili baru merasa kesulitan menyalurkan barang ataupun hasil decluttering yang akan didonasikan.

Untungnya ada member kelas Gemar Rapi yang merekomendasikan akun instagram khusus donasi. Namanya @donasibarang. Akun ini kredibel dan penyalurannya terkurasi. Menentramkan aku sebagai donator. Kategori barangnya pun bermacam-macam. Mulai dari buku dan majalah, baju, mainan, dan barang tak terpakai. Kerennya, kategori yang terakhir ini nge-trigger kita untuk decluttering barang tak terpakai di rumah. Bisa karena rusak atau emang nggak dipakai lagi. Seperti mesin cuci rusak, AC, sepeda motor, kasur, sepatu, sandal, dan lemari. Ada layanan antar jemput pula. Mantap jiwaa.

6 Repurpose (Mengalihkan Fungsi)

Repurpose adalah gabungan reuse dan recycle. Tapi dengan langkah yang lebih butuh effort. Misal me-repurpose dresser jadi dua storage baru.

Menurutku butuh brainstorming ide-ide untuk repurpose barang di rumah. Bisa lah nanti bikin project repurpose keluarga. Hitung-hitung asah kreativitas yang ramah lingkungan.

7 Regrow (Menanam Kembali)

Regrow adalah menanam kembali sampah organik. Aku udah praktekin ini nih di rumah. Dikomporin sama Mas hehe. Kita udah mencoba menanam kebali daun bawang, kunyit, jahe, pokcoy, pandan dan peperomia. Yang berhasil tumbuh kembali baru si peperomia. Pandan sedang aku upayakan untuk berhasil haha. Media tanah si pandan kurang bikin kokoh dia tegak berdiri sepertinya. Memang butuh ilmu lebih untuk Regrow. Belajar lagi lagi dan lagi.

8 Rot (Mengembalikan ke Bumi)

Rot artinya busuk. Maksudnya membusukkan sampah dengan mengomposkan atau composting. Caranya bisa dengan membuat lubang biopori atau membuat komposter. Membuat komposter sepertinya pilihan terbaik saat ini mengingat domisili aku sekeluarga yang masih akan berpindah. Eits, tapi aku harus mulai pisah sampah dulu hehe.

Kesimpulan

Banyak ya PR berbenah diri sekeluarga ini. Yaa namanya juga berbenah. Kita butuh berbenah diri sekeluarga sebenarnya untuk investasi nilai kebaikan yang sangat banyak dan menyeluruh ke banyak pihak. Terasa berat kalau kita fokusnya ke kapaaan ini bisa GSL, kapaan ini rumah rapi, kapaaan ini bisa Hygge, kapaan kapaan haha.

Inhale, Exhale.

Nggak ada salahnya untuk mengingat hygge dalam proses berbenah diri sekeluarga. Mengingatkan diri kembali bahwa aktifitas dan kegiatan berbenah diri sekeluarga itulah saat quality time nya. Momen penanaman nilai kebaikannya. Waktu terbaik kita membuat perubahan dari dalam rumah. Kontribusi nyata kita. Ladang-ladang pahala. Berjuta sabar syukur yang bikin Allah makin sayang sama kita.

Berbenah diri sekeluarga itu mudah. Ingat empat pilar tadi. Sesuaikan kondisi kebutuhan di rumah, berhenti melihat rumah orang lain. Memasukkan elemen yang menyenangkan diri sekeluarga juga boleh banget biar rapih dan bersihnya nggak kaku. Peduli dengan keamanan dan kesehatan kondisi rumah. Tak lupa juga untuk menjadi ramah lingkungan sekeluarga.

Semoga berbenah diri sekeluarga ini jadi awal eksekusi beberes rumah yang membahagiakan ya. Beberes bahagia. Rumah jadi nyaman. Diri sekeluarga pun makin cerah ceria. Cheers!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *