Padi Agroforestri, Selamatkan Hutan sebagai Sumber Pangan

Siapa yang tidak kenal dengan ungkapan Hutan adalah Paru-paru Dunia? Isu kebakaran hutan yang santer terjadi tidak hanya di Indonesia bahkan sampai Australia membuat masyarakat semakin gencar menggalakkan kampanye untuk selamatkan hutan dari deforestasi. Deforestasi adalah degradasi fungsi hutan. Tidak hanya sebagai paru-paru dunia, habitat alami satwa, dan penyedia hasil kayu. Hutan juga memiliki fungsi sebagai sumber pangan yang krusial terhadap ketahanan pangan negara ini.

Tata kelola hutan untuk pemberdayaan hasil bukan kayunya untuk sumber pangan masyarakat masih belum banyak disounding dibandingkan dengan isu asap dan kebakaran hutan. Makanya masih banyak dari kita yang belum aware akan ancaman deforestasi hutan sebagai sumber pangan.

Sejauh apa sebenarnya fungsi hutan sebagai sumber pangan?

Sumber Pangan dari Hutan

Banyak banget hasil hutan bukan kayu atau sumber pangan atau makananan lezat, you name it, yang berasal dari hutan. Ada umbi-umbian, jamur, buah-buahan, biji-bijian, bumbu dapur, sampai pati-patian. Salah satu jenis pati yaitu padi, juga merupakan hasil hutan lho.

Beras yang kita kenal selama ini ditanam di sawah adalah hasil hutan? Iya, bahasa kerennya padi agroforestri.

Padi Agroforestri

Agroforestri adalah upaya menanam komoditas sawah tanpa harus membuka lahan baru seperti menebang sebuah kawasan hutan. Selama ini pengelolaan hutan secara produktif belum maksimal, sementara lahan untuk menanam semakin dibutuhkan. Nah agroforestri bisa jadi upaya diversifikasi menjembatani dua kepentingan sawah dan hutan menjadi solusi ketahanan pangan tanpa merusak lingkungan.

Perum Perhutani mempraktikkan sistem agroforestri pada hutan-hutan di Pulau Jawa dengan mananam  berbagai macam komoditas. Utamanya adalah tanaman semusim seperti padi. Seperti yang sedang dikembangkan Fakultas Kehutanan UGM di area hutan Perum Perhutani Ngawi. Yaitu dengan mengajak petani menanam padi gogo di lahan hutan jati.

Padi agroforestri disambut baik karena menguntungkan masyarakat lokal daerah hutan jati. Keuntungan hasil panen padi agroforestri lebih besar dibandingkan tanaman lain seperti kedelai atau umbi-umbian. Walaupun baru tiga varietas padi unggulan yang bertahan dari sepuluh varietas yang sedang dikembangkan, hasil panen raya dapat mencapai jumlah ton per-hektar. Belum lagi penanaman padi agroforestri saat ini yang telah mencapai hampir 12 hektar area hutan jati. Dengan rata-rata empat orang yang mengelola setiap hektar, bisa dikatakan program padi agroforestri menyejahterakan hampir puluhan orang petani.

Prospek padi agroforestri memang sangat cerah untuk selamatkan hutan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan. Apalagi padi memang adalah makanan pokok kita sehari-hari. Varietas padi agroforestri yang menghasilkan tekstur nasi beragam seperti pulen dan pera bisa menjadi variasi makanan lezat yang tersaji di piring kita nanti.

Nasi Lezat Kaya Nutrisi

Belum makan namanya kalau belum makan nasi. Begitulah nasi saking lekatnya dengan apa yang kita makan sehari-hari. Olahan nasi ada begitu banyak tak terhitung jari. Ada nasi goreng, nasi uduk, nasi liwet, nasi kebuli, ketupat sayur, bubur ayam, bubur sumsum, nasi pecel, nasi lemak, nasi ayam Hainan, arem-arem, sushi, gimbap, paella, dan masih banyak lagi. Tanpa diolahpun, nasi bisa jadi sajian super lezat hanya sebagai teman sambal dan aneka gorengan juga lalapan. Kandungan nutrisinya juga bagus sebagai makanan padat pertama bayi alias MPASI. Kenapa nasi sangat direkomendasikan untuk MPASI bisa baca di postinganku sebelumnya ya.

Nasi juga direkomendasikan oleh Kemenkes RI untuk memenuhi kebutuhan kalori harian pada setiap porsi makan. Untuk orang dewasa, satu kali porsi makan dibutuhkan 700 kalori dari karbohidrat yang setara dengan 150 gr nasi atau 3 centong nasi. Jadi bisa dibilang, konsumsi nasi adalah bagian penting dari menerapkan gizi seimbang pada isi piring yang kita makan.

Kalau aku pribadi, paling suka nasi diolah menjadi Nasi Mandhi Ayam. Maksudnya bukan nasinya ‘mandi’ bareng ayam ya, hehe. Nasi Mandhi adalah salah satu hidangan khas dari Timur Tengah, tepatnya dari Hadramaut di Yaman. Terkenal dengan warnanya yang agak kekuningan karena ada campuran safron di dalamnya, Nasi Mandhi biasanya diolah dari beras brasmati atau beras pera sejenis. Nah di rumah aku mengolah Nasi Mandhi Ayam dengan nasi dari beras pulen, dan hasilnya tetep endeus.

Nasi Mandhi Ayam ini gampang banget dibuat. Cocok buat ibu dengan anak bayi seperti aku yang sukanya quick cooking. Walaupun cepat dan mudah, rasanya nggak kalah sama masakan nasi lain yang butuh lama waktu pengolahannya. Ini dia nih resep Nasi Mandhi Ayam ala aku.

Resep Nasi Mandhi Ayam

Bahan

  • 8 potong ayam
  • 3 cup beras
  • 1/2 bawang bombay
  • 5 siung bawang putih
  • 1 sdt ketumbar
  • 1 sdt jinten
  • 3 buah bunga lawang
  • 5 buah cengkeh
  • 5 buah kapulaga
  • 1 buah kayu manis
  • Sedikit safron yang direndam air hangat

Cara Membuat

Haluskan bawang putih, bawang bombay, jinten, dan ketumbar. Tumis sampai harum di pan. Masukkan beras yang sudah dicuci, aduk rata. Masukkan air sampai beras terendam. Yang banyak ya airnya. Setelah air mendidih, masukkan ayam, bunga lawang, cengkeh, kapulaga, kayu manis, dan safron. Masak sampai air habis. Masukkan beras se ayamnya ke dalam kukusan. Masak sampai matang. Siap dinikmati!

Cita rasa nasi pasti akan semakin nikmat jika kita menyadari nasi di piring kita berasal dari hutan. Menyantap nasi tersebut terasa semakin bermakna karena konsumsi padi agroforestri yang kita lakukan juga ikut menyelamatkan hutan sebagai sumber pangan.

Selamatkan Hutan Sebagai Sumber Pangan

Sumber: walhi.or.id

Jangkauan penyelamatan hutan sebagai sumber pangan dapat kita lakukan bisa lebih luas lagi bareng WALHI. WALHI atau Wahana Lingkungan Hidup adalah organinasi non-profit yang sudah lama aktif dalam kampanye selamatkan hutan Indonesia dan kedaulatan pangan. Model penyelamatan hutan yang dibangun WALHI sebisa mungkin memperkuat posisi masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan konsumsi hutan. Pemanfaatan nilai kearifan lokal masyarakat dalam mempertahankan hutan inilah yang WALHI gadang-gadang dengan nama Wilayah Kelola Rakyat. Sehingga hutan dapat terjaga menjadi satu kesatuan dalam kehidupan masyarakat. Termasuk dalam optimasi pemberdayaan hasil hutan sebagai sumber pangan.

Yuk ikut jadi bagian dari WALHI untuk selamatkan hutan sebagai sumber pangan dengan berdonasi di sini. Donasi yang kita berikan menunjukkan dukungan penuh atas perjuangan masyarakat sekitar hutan untuk mendapatkan pengakuan atas Wilayah Kelola Rakyat. Dengan masyarakat lokal memegang tata kelola, hutan bisa terselamatkan tak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga fungsi keberlanjutan lainnya.

Mari peduli hutan sebagai sumber pangan. Demi kita dan generasi yang akan datang.

Daftar Referensi:

Evrina. Peran Agroforesty dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan. 10 Februari 2020. https://evrinasp.com/peran-agroforestry-dalam-meningkatkan-ketahanan-pangan/

Gusti. Agroforestri Untungkan Petani Hutan Jati. 10 Februari 2020. https://www.ugm.ac.id/id/berita/8779-agroforestri-untungkan-petani-hutan-jati

Greenpeace Indonesia. Deforestasi Meningkat di Area-area yang Dilindungi oleh Monotarium. 15 Februari 2020. https://www.greenpeace.org/indonesia/publikasi/3491/indonesia-deforestasi-meningkat-di-area-area-yang-dilindungi-oleh-moratorium/

P2PRM Kemenkes RI. Isi Piringku Sekali Makan. 17 Februari 2020. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/14/isi-piringku-sekali-makan

More like this

30 Comments

    1. Beneer. Agroforestri ikut melestarikan hutan. Apalagi tata kelola hutan sering banget ngga jelas mau dibawa kemana. Makanya suka disalahgunakan trus berakhir jadi deforestasi 🙁

    1. Mandhi itu satu geng sama Kebuli, Briyani, timur tengah gitu. Kalau suka masakan kearab-araban pasti suka Maso Mandhi juga mba 🙂

    1. Iyaa sudah ada lama sebenernya, bahasa lokalnya wanatani mba, pernah dengar?

      Beneran enak hehe mangga direcook 🙂

  1. Saya penasaran bagaimana bentuk “sawah” pada padi agroforestri ini, Bu.

    Untuk Nasi Madhi Ayam, itu safron-nya opsional kah? Saya baru dengar masakan ini. Apakah rasanya seperti sup?

    1. Agroforestri itu mengambil lahan di area antara pepohonan di hutan kak

      Bukan sup, lebih ke nasi berempah dengan topping protein berbumbu rempah yang sama, seperti Nasi Kebuli gitu.

      Iyapp safron opsional aja, diskip juga rasanya masih timur tengah gitu.

  2. Aku baru tahu kalau nama lainnya agroforestri. Ini kok jadi ngingetin aku sama kakak kelas SMA dulu ya. Namanya ada forestrinya juga gegara bapaknya tugas di hutan waktu dia lahir. Wkwkwk..

  3. Belum makan namanya kalau belum makan nasi.<<< ini orang Indonesia sekali ya mbak, Semoga metode Agroforestri jadi win-win solution buat keberadaan hutan dan ketersediaan bahan pangan.

  4. Jadi tahu tentang Padi Agroforestri.Selama ini hanya tahunya nanam padi ya di sawah. Makasih infonya MBak.
    Makasih juga loooh buat resep nasi mandi ayamnya. Asli bikin ngiler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *