Tips Mengajarkan Buku Impor Pada Anak

Sekarang ini user buku impor anak sudah sangat beragam. Kebanyakan adalah user dengan anak bilingual. Biasanya user ini bekerja atau sekolah di luar negeri. Sebagian adalah user yang mengenalkan English as a second language di rumah. Sebagian kecil lain adalah user yang ingin mengajarkan Bahasa Inggris for school purpose. Ada juga user yang sesekali membeli buku impor karena atributnya (lift the flaps, push and slide, touch and feel, pop up dan lain-lain) atau memang suka dengan narasinya.

Usborne, Series: Look Inside “An Airport”

Kalau saya sendiri mengajarkan English as a second language karena di rumah masih menggunakan bahasa Indonesia. Saya akan sharing gimana biasanya saya juga rekan buku impor lover membacakan buku impor pada anak dengan lingkungan non-native.

1 Speak English Along with Bahasa

Saya termasuk golongan (((golongan))) yang oke aja ya nyampur-nyampur bahasa di dalam rumah. Jadi ketika membacakan buku impor, saya suka interpretasiin ke bahasa Indonesia karena itu bahasa pertama anak. Saya juga suka kasih intro “bahasa Inggrisnya gini yaa” atau “kalau in English” sebelum mulai beralih ke bahasa Inggrisnya. Atau se-simple auto campur aja misal “ooo cat-nya loncat ke puddle yaa, puddle itu genangan air, jadi splashing gitu yaa kena orang, makanya cat-nya say sorry“.

Ada pendapat lain juga sih yang bilang kalau mengajarkan bahasa itu one by one, nggak dicampur. Misal usia 0 – 2 tahun full English dulu baru setelahnya bahasa Indonesia. Saya nggak ambil pendapat ini karena menyesuaikan kondisi rumah yang nggak bilingual, juga kebutuhan saya yang memang ingin mengajarkan anak English as a second language.

Ada pengalaman teman yang anak pertamanya bilingual karena lahir di Australia sedangkan anak keduanya menggunakan English as a second language secara udah balik ke Indonesia. Ternyata perkembangan bahasanya lebih bagus di anak kedua. Karena terbiasa dengan struktur dan tata bahasa Inggris, anak yang pertama masih kesulitan membedakan Dijelaskan – Menjelaskan.

Jadi nggak masalah untuk sesekali menjelaskan isi buku dengan bahasa Indonesia. Mom juga sah-sah aja membacakan buku dengan bahasa Inggris sekalipun sehari-hari di rumah menggunakan bahasa Indonesia.

2 Do Not Worry with Accent

Banyak dari kita menganggap jago bahasa Inggris itu kalau aksennya udah mirip sama native. Dan nge-judge skill speaking orang atau bahkan kita sendiri belum bagus kalau masih kebawa mothertounge, misalkan medok atau ngomong Inggris ala orang Indonesia. Ngerasa gini juga nggak? Hehe.

Sekarang ini sudah eranya kita untuk tidak boleh nge-judge kualitas bahasa Inggris seseorang berdasarkan aksen yang dia pakai. Aksen itu mothertounge yang kadang-kadang nggak bisa hilang. Jadi aksen seharusnya tidak menghalangi kita untuk terus berbicara dan belajar bahasa Inggris.

Seorang sahabat yang kuliah S1 dan S2 di Melbourne pernah sharing tentang aksen para profesor yang beragam. Ada yang beraksen India, Cina, Singapura, dan lainnya. Mahasiswa yang akhirnya memyesuaikan diri dengan aksen profesor yang nggak American ataupun British.

Senior Principal di sekolah aku mengajar dulu juga punya aksen India yang kental. Tapi beliau certified by Cambridge though. Bahkan Principal divisi aku yang aksennya Sunda juga kepilih mewakiki sekolah untuk Cambridge Conference di London. Setelah kupikir lagi, aku juga dapet skor 6.5 untuk band speaking waktu tes IELTS padahal aksenku Indonesia banget.

Bahkan buat yang punya pengalaman apply kerja remote semacam di Appen, ada opsi skill bahasa Inggris dengan dialek Indonesia lho.

So do not worry with accents Mom. Jago bahasa Inggris nggak dilihat dari aksen kan ternyata 🙂

3 Set Your Target

Siapa yang suka kalap kalau lagi ikutan Jastip BBW? Hehe. Sebaiknya kita lebih selektif saat memilih buku impor untuk anak.

Jangan karena aji mumpung murah lalu kalap beli semua even buku yang rekomendasi usianya masih jauh dari usia anak.

Buku-buku impor akan terus ada kok penjualannya mengingat demand juga stabil dan tinggi. Sayang kalau udah keluar uang beli buku impor banyak-banyak tapi nggak maksimal penggunaannya. Makanya penting untuk tahu buku impor mana aja yang sesuai dengan target dan kebutuhan kita.

Memilih buku impor paling mudah adalah dengan melihat rekomendasi usia. Buku untuk 1 – 3 tahun bisa untuk anak bilingual ataupun anak dengan English as a second laguage karena punya penjelasan yang mudah dan bahasa yang sederhana. Buku dengan rekomendasi usia 3+ atau 4+ yang masih harus disesuaikan dengan target. Apakah kita pengen anak suka dulu sama buku, atau mengajarkan tatabahasa, menanamkan konsep, dan macam-macam lainnya.

Kembali ke kebutuhan buku impor untuk mengajarkan English as a second language, juga usia anak aku yaitu 1 tahun maka aku bebas memilih semua buku dengan rekomendasi usia 1 – 3 tahun. Berarti say no ke buku yang 3+ dan 4+? Nggak juga. Introducing English as a second laguage consists of delivering vocabulary and content. Jadi kondisi menyesuaikan target apakah untuk memperkaya vocab atau mengajarkan konten.

Memperkaya Vocabs

Cari buku yang kaya vocabulary dan narasi. Sehingga vocab-vocab itu dapat dimasukkan ke dalam konteks.

Kebanyakan orang biasanya menambahkan vocab dengan cara menghafalkan. Tetapi setelahnya nggak tahu cara memakai vocab dalam kalimat itu gimana.

DK, Series: Pop Up Peek A Boo! “My First Words”
DK, Series: Baby First “First Words”
DK, Series: My First “Day and Night”

Jadi untuk memperkaya vocab, kita bisa 50:50 memilih buku. Mungkin ada buku yang berisi vocab aja, tetapi juga memperbanyak buku dengan narasi sederhana agar vocab-nya beneran kepake.

DK, 1000 Useful Words

Makanya buku-buku yang aku upload di @peekahboo.id jarang yang isinya tentang 1000 benda ini itu. Misalkan 1000 Things About Vehicles. Tipe buku seperti ini hanyak untuk anak yang diabaru memang really into it. Suka banget sama mesinnya, suka banget sama kendaraannya. Tapi kalau hanya untuk belajar bahas Inggris, I believe 100 is a maximum. Khawatirnya 1000 itu terlalu banyak jadi nggak kepake. Sayang aja buku impor kan mahal. Kecuali anak emang antusias dan mencari konten buku dengan topik itu.

Mengajarkan Konten

DK, “My Top to Bottom Body Book”

Ada banyak buku-buku bagus 100 sampai 200 halaman untuk anak usia 3 sampai 4 tahun ke atas. Karena kebutuhan anak adalah English as a second laguange, kita nggak perlu untuk membacakan word by word. Jelaskan saja konten buku itu mengingat anak kan nggak bilingual. Kita juga pengennya maparin fakta tentang biologi, nature, space, dan lain-lain. Sementara buku-buku lokal dengan konten serupa untuk range usia segitu belum ada yang cocok. That’s why kita pakainya buku impor.

DK, Series: Pop-Up Pull-Out “Space Books”

English-nya nggak kepake dong?

InsyaAllah kepake tapi bukan di usianya saat itu. Ada buku impor dengan konten untuk anak usia 4 tahun tapi secara bahasa untuk anak usia 8 tahun. Otomatis buku ini akan jadi lebih awet. Jadi kita sudah menanamkan konten sejak anak usia 4 tahun. Tapi penanaman tata bahasanya nanti kalau stage bahasa Inggrisnya sudah sampai ke sana. Kecuali kebutuhan anak untuk belajar bahasa Inggris sesuai dengan buku itu.

Jadi membacakan buku impor itu nggak harus saklek stick to the one rule ya. Santai aja sesuaikan kondisi dan target. Makanya akan beda banget cara kita memilih buku untuk anak bilingual dan anak dengan English as a second laguange. Apalagi sekedar melengkapi pembelajaran di sekolah

Children Imported Books for School Purpose?

DK, “Visual Guide to Grammar and Punctuation”

Sesuaikan konten buku dengan materi dari kurikulum sekolah. Misal anak kelas 1 SD usia 6 tahun masih belajar vocab dasar di sekolah. Bisa pakai buku-buku yang nggak board book dengan konten vocab, English Grammar, dan Punctuation. Buku dengan rekomendasi usia 3+ boleh-boleh aja digunakan untuk anak usia 6 tahun ini dengan tujuan belajar bahasa Inggris sesuai dengan stage di sekolah. Nah, kalau ada buku dengan rekomendasi usia 4+ tapi narasinya udah panjang dan kompleks berarti nggak cocok dengan materi dari sekolah anak. Berarti jangan dulu pilih buku itu walaupun usia anak sesuai rekomendasi buku.

DK, “English for Everyone Junior”

Closing

Sekarang udah nggak perlu nervous lagi untuk membacakan buku impor ke anak ya. Kita bebas kok untuk nggak full pakai bahasa Inggris dan tetap menggunakan logat asli kita. Dan yang paling penting adalah bijak saat memilih buku impor. Jangan kalap, sesuaikan kebutuhan sesuai target. Di @peekahboo.id selalu ada rekomendasi usia dan saya juga selalu nanya ke customer usia anak berapa, kebutuhan bukunya buat apa. Karena saya nggak mau sampai ada yang salah memilih buku. Sebagai buku impor lover, saya berharap banget semua buku yang sampai ke tangan pembeli benaran kepake dan bermanfaat untuk anak.

Stay home, connected and curious. Selamat membaca buku dengan anak di rumah 🙂

Related posts

39 Comments

  1. Sepakat bgt sih. Wlpun blm menikah aku punya keinginan besok lusa mengajarkan bahasa inggris ke anak sejak dini. Aku sependapat sm mbak, kl mengajarkan bahasa inggris ke anak dg campuran bahasa indonesianya. Ya kecuali besok q nikah sm bule mungkin beda cerita lg. Wkwk
    Noted nih kl mau kepo2 buku anak

    1. yeayy mangga silahkan main ke @peekahboo.id ya mba 🙂

      btw kita satu tim masak waktu Forest Cuisine Blogger Gath kemarin mba hhe

  2. Jadi terpacu untuk mengajarkan Bahasa Inggris ke anak melalui bacaan-bacaan yang dapat dengan mudah ditemukan di toko buku maupun perpustakaan. jadinya, anak sejak kecil terbiasa dengan bahasa tersebut.

  3. Setuju banget dengan tulisan ini. Masih banyak yang ragu akan kemampuan bahasa inggris diri sendiri, sehingga lebih memilih les dengan native speaker yang luar biasa harganya. Saya pun biasa mengajarkan ke anak-anak semampu saya dan belajar atau nyontek dulu di google cara pengucapannya hehehe. Semoga besok anak-anak bisa bahasa asing dengan baik dan benar. Pengen sih, bisa Inggris sama Arab, sih

  4. Setuju dengan tulisan ini. Kadang sebagai ibu banyak yang belum percaya diri dengan kemampuannya sendiri, seperti b. Inggris. Jadi, lebih memilih les dengan native speaker biar lebih bergengsi. Semoga saya juga bisa mengajarkan anak-anak bisa bahasa asing dengan baik dan benar. Pengen mereka bisa b. Inggris dan b. Arab

  5. Wah aku bisa main nih ke IG nya, karena jujur aku belum pernah mengenalkan ke anak buku-buku impor seperti ini, ternyata manfaatnya banyak ya, gambarnya juga menarik sekali, anak-anak pasti suka.

  6. Ulasannya keren banget kak. saya jadi lebih paham langkah apa yang bisa kami praktekkan di rumah bersama si kecil. Dan ya, BBW mmg seringnya hanya jd ajang ‘beli buku’ tanpa ‘baca buku’, hanya menumpuk buku bahkan hingga setahun kemudian sampai ada BBW lagi 😀 Terima kasih tips triknya ya kak ^^~

  7. Bahasa Inggris harus memang di ajarkan dari dini agar terbiasa, jaman sekarang bahasa asing sangat penting mengingat persaingan kerja yg semakin ketat 🙂

    Semngat Bunda mengajarkan si kecil dg buku Impor 🙂

  8. Bukunya menarik banget ya. Pegalaman saya yang anaknya sekolah SD, meski pelajaran bahasa Inggris dari kelas 1, tetapi sepertinya di sekolah tidak diajarkan lebih dalam mengenai banyak Vocab dan latihan spelling atau speaking. Jadinya kalau orangtua paham bahasa inggris itu lebih baik bisa mengajarkan secara intens.

    BTW bukunya menggoda, dan saya belum punya.

  9. Makasih sharingnya, Mbak. Saya ada dua balita di rumah. Saya pun sadar, bahasa Inggris termasuk salah satu yang perlu dikuasi di era sekarang.

  10. Boleh juga nih caranya mengajarkan anak bahasa Inggris dengan buku cerita dan dialog diselingi dengan indo English, saya belum menikah tapi lumayan artikelnya bisa buat bekal nanti atau bisa di praktekkan ke ponakan hehee

  11. Mbak, aku follow IGmu. Biar nanti kalo mau konsultasi buku import aku bisa konsultasi ke kamu sebelum beli. Makasih sharingnya ya… salam kenal… aku juga umur 27 btw.. hehe

  12. Kalau udah ketemu buku bagus tuh rasanya susah untuk gak kalap. Hehehe. Memang bener sih, lebih bagus untuk kuatkan dulu bahasa ibu, sambil mengenalkan bahasa lainnya as 2nd language anak-anak. Semoga sayamengikuti tips tips di atas ya

  13. Bagus nih sharingnya, tipsnya ngenalin bahasa inggris lewat buku import. Sekalian bikin anak jadi suka baca buku. Jadi kebayang besok kalo dah punya anak mau dikenalin ke buku yang berbahasa inggris juga 🙂

  14. Haha. Aku paling enggak bisa enhlish tapi kalau ngajarin anak, sok kayak jago banget. Harus pede ya kalau ngajar anak English apalagi bacain buku cerita, walau English yg penting pede.

  15. Haha..cucok buat saya Mbak yg enggak bisa English. Walau gitu, tapi kepedan ngajarin anak English. Apalagi ceritain buku bergambar berbahasa English. Pedenya wajib di depan anak-anak.

  16. Suka banget saya baca ini. Jadi kadang saya mikirnya kok ada anak sekecil ini udah pandai aja Bahasa Inggrisnya, ternyata mungkin metodenya seperti yang Mbak ajarin ini ke anak. Makasih sharingnya, Mbak.

  17. Wah, saya senang baca ini. Memang kadang saya bertanya-tanya, bagaimana anak sekecil ini bisa pandai Bahasa Inggris, ternyata metode yang diajarkan ibunya seperti Mbak ini. Bercerita lewat buku. Makasih sharingnya

  18. keren nih… makasih rekomendasi bukunya mbak. dulu ayahnya sih yang kalap waktu BBW. anakku dibelikan buku tetntang alam semesta dan earth. ibunya mau jelasin pusing hahaha… thanks sharingnya mbak 🙂

  19. seneng bacanya. step by step ngajarin anak biar bisa bahasa inggris sesuai usia. aq juga pakai buku import untuk dongeng. biasanya sih aq baca dulu, baru jelasinnya pake bhs indonesia. makasih sharingnya mbak 🙂

  20. Bahasa komunikasinya bilingual ya mba, keren banget anaknya masih kecil tapi sudah belajar dua bahasa… Untuk lebih membiasakan anak berbahasa asing bisa juga pakai media buku impor berbahasa asing. Nice banget deh ini triknya,,,

    1. beda sih mba bilingual sama english as a second languangr. kalo bilingual, bahasa utama si anak ada dua, jadi porsi penggunaan sama stage dua bahasanya sama

  21. Judul artikelmu sungguh provokatif mba…
    Trik baru nih ngajarin anak bahasa asing pakai media buku impor…
    Ibuk jadi keranjingan beli buku pastinya… jangan lupa intip isi kantong bukkk

  22. Setuju Mba. Dan cara ini justru lebih manjur. Anak jadi lebih hafal kosa katanya dibandingkan kita yang belajar English borongan… hehehe

  23. Aku pakai tiga bahasa mba, indonesia, inggris, jepang. Tapi untuk inggris dan jepang hanya kata-kata sederhana, apalagi aku gak mahir di bahasa inggris, kebetulan saja anakku suka lagu dan tontonan yang berbahasa inggris.

  24. anak-anakku juga Alhamdulillah ada buku yang seri Inggris (Little Abid) jadi kalau bacainnya ya ditranslatekannya dengan bahasa simple anak, hitung-hitung ngasah otak emaknya lagi ini, hehehh
    belum pernah ikut jastip nih, kemarin udah keduluan kepake beli LA nya pas teman buka jastip BBW di Makassar.

  25. Boleh juga nih tipsnya Mbak. Jadi disesuaikan dengan tujuan kita ya Mbak kalau emang pengen jadikan bahasa inggris sebagai bahasa kedua anak, sudah harus diajarkan sejak dini dan nggak perlu membacakan satu per satu kata. Cukup diberitahu saja dulu kontennya, noted nih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *