3 Cara Gampang Mengelola Sampah Rumah Tangga

Selamat, akhirnya kamu sudah memutuskan untuk mulai mengelola sampah rumah tangga! Ini artinya kamu sudah mulai juga berkontribusi mengurangi sampah yang sudah sangat menggunung tinggi di TPA. Langkah yang besar banget dan pastinya nggak mudah untuk dimulai. Apalagi pengalaman dulu pertama kali mencoba mengelola sampah dari rumah, jujur aja overwhelming banget hehe. Banyak sekali rasanya yang harus dilakuin.

62% sampah di Indonesia berasal dari rumah tangga

Ternyata setelah dijalani pengelolaan sampah nggak seribet itu. Gampang banget malah. Makanya aku pengen semua yang udah punya tekad mengelola sampah nggak jiper duluan kaya aku dulu saat riset apa aja yang harus dilakuin. Tanpa berlama-lama, ini dia 3 cara gampang ala aku mengelola sampah rumah tangga yang cocok banget untuk pemula.

1) Pilah Sampah Organik dan Anorganik

Mulai dengan meletakkan sampah organik dan anorganik di wadah terpisah. Wadahnya nggak harus fancy kok. Apa aja bisa dipakai.

Kenapa dipilah?

Sampah organik itu kan sampah yang berasal dari sisa makanan, potongan sayur dan buah, kulit sayur dan buah, atau bahan-bahan lain dari sisa organisme makhluk hidup. Kalau tidak dipisah, sampah organik akan mengotori sampah yang lain (anorganik). Mereka bercampur aduk jadi satu, membusuk, dan akhirnya jadi bau sampah, jorok, dan basah.

Kalau sudah dipilah, tempat sampah di rumah nggak akan bau lagi apalagi basah.

Setelah dipilah, tempat sampah jadi bersih.

Terus, sampah organiknya dikemanakan dong? Akan kita komposkan 🙂

2) Mengompos

Mengompos adalah sebuah cara mengolah sampah organik kita menjadi pupuk kompos yang berguna. Luar biasa banget kan ya dari sisa sayuran dan buah yang warna-warni bisa jadi pupuk kompos yang menyerupai tanah.

Caranya masukkan sisa organik yang sudah dicacah ke dalam komposter, lalu masukkan daun kering, tutup deh. Saat komposter sudah penuh tinggal ditutup sambil rutin diaduk sampai pupuk komposnya jadi (sekitar 3-4 minggu tergantung sesering apa komposter diaduk). Nah komposter ini bisa pakai wadah apa aja yang ada di rumah kita ya. Nggak harus spesifik ember tertentu atau pot tertentu.

Ember Komposter

Oiya ada sisa organik yang nggak aku masukin komposter seperti bonggol sayur, tulang, rambut dan kuku (biar komposnya cepet panen), juga sisa makanan (biar komposternya nggak belatungan hehe). Mereka semua ini aku komposkan ke dalam biopori.

Biopori

Mengompos dengan biopori bisa jadi solusi tergampang buat kamu tim rebahan. Nggak perlu teknik macem-macem tinggal cemplungin aja sisa organik ke dalam. Serunya lagi semua yang bisa masuk ke komposter bisa masuk ke biopori juga loh. Jadi sampah organik aman semua masuk ke biopori, nggak lari lagi ke TPA.

Setelah mengompos, kita juga bakal lebih bijak lagi saat masak dan makan. Karena kita nggak mau terlalu banyak menghasilkan food waste yang bikin komposter dan biopori kita cepet penuh hehe.

3) Cuci Sampah Anorganik

Sampah anorganik itu seperti karton bekas minuman, kaleng, botol plastik, karton kemasan, plastik sachet, dan lain-lain. Setelah dikonsumsi, kita cuci bersih sampah anorganik pakai sabun lerak. Sampah anorganik yang bersih kita gunting dulu plastiknya atau material plastik lainnya. Lalu kita jemur sampai kering. Lepaskan juga lakban dan stiker dari sampah kertas. Baru deh kita simpan lagi semua sesuai kategori dalam wadah sebelum disetorkan ke fasilitas daur ulang.

Kenapa perlu mencuci?

Agar sampah-sampah ini layak untuk didaur ulang sekaligus mencegah penyebaran penyakit.

Sampah anorganik yang kecampur-campur dengan sampah organik biasanya nggak akan diterima fasilitas daur ulang bahkan pemulung sekalipun. Makanya penting banget saat kita mau setor sampah anorganik, kita harus pastikan sampah dalam keadaan bersih dan kering. 

Dengan membersihkan sampah hasil konsumsi sendiri, kita jadi lebih bertanggung jawab dan memudahkan hidup orang lain.

Gimana sih cara gampang pilah sampah anorganik?

Tipsnya adalah tentukan dulu kemana sampah anorganik yang sudah bersih dan kering ini mau disetorkan. Pilih fasilitas daur ulang yang kamu suka. Lalu pilah sampah anorganik sesuai kategori dari fasilitas daur ulang tujuan.

Mengelola Sampah Bareng Waste4Change

Kalau aku paling nyaman setoran sampah anorganik ke Waste Management Indonesia alias Waste4Change. Sistem Personal Waste Management-nya punya ragam pilihan program yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan. Prosedurnya jelas dan informasinya bisa diakses dengan mudah di beragam platform media sosial. Waste4Change juga termasuk fasilitas daur ulang yang udah ‘senior’ di Indonesia. Jadi dari sisi kredibilitas, inshaAllah sampah kita bisa dipastikan akan didaur ulang secara optimal dan bertanggung jawab. Kita juga bisa menukar poin hasil setoran sampah anorganik menjadi produk digital seperti pulsa, token listrik, dan saldo dompet digital. Pokoknya setoran sampah rumah tangga di Waste4Change mudah banget dan selalu menyenangkan.

Nah, dari beberapa pilihan program yang ada, aku pilih Send Your Waste (SYW). Di program ini aku mengirim sendiri sampahku secara sukarela. Dari sini, aku bisa mulai pilah sampah anorganik yang ada di rumah sesuai kategorinya SYW.

Kategori Sampah Anorganik di SYW

Ada 5 kategori, yaitu sachet multilayer, plastik, kaca, metal, dan kertas.

Dari sini aku sesuaikan lagi isi wadah untuk tiap kategori sesuai dengan jumlah sampah anorganik yang ada di rumah. Seperti metal dan kaca yang aku satukan wadahnya karena jumlahnya sama-sama sedikit. Kertas aku bagi lagi jadi 2 wadah: satu khusus untuk tetrapak dan satu untuk kertas lain seperti karton kemasan, kertas hvs, dan sampah kertas kering lainnya. Plastik kiloan aku masukkan jadi satu kategori bareng sachet multilayer karena sama-sama plastik yang ‘lemes’. Mika aku masukkan ke plastik yang ‘keras’ atau semua barang berbahan plastik dari kode 1 sampai 7. Jadi total tetep ada 5 wadah kategori sampah anorganik di rumah dengan isi yang sudah aku sesuaikan tadi.

Kategori Sampah Anorganik

Gimana Cara Kirimnya?

Isi form dulu di SYW untuk melengkapi data tujuan kirim, data diri dan alamat kita. Setelahnya kita akan mendapatkan label berisi kode unik SYW. Kemas sampah anorganik dalam kardus lalu tempel label tadi di kardus. Tinggal kirim sampah anorganik tadi pakai jasa ekspedisi. Sampah yang diterima Waste4Change akan dicatat dan kemudian didaur ulang.

Gampang banget kaaan. Sampe pengen nangis saking ‘oh gini aja ternyata buat tanggung jawab dengan sampah sisa konsumsi sendiri’. Dan enaknya SYW itu kita bisa kirim kapan aja menyesuaikan jadwal kita. Nggak perlu menunda setor karena ketinggalan jadwal pick up sampah lagi.

Mari Mulai Mengelola Sampah

Gimana, 3 cara tadi gampang banget kan untuk mulai dieksekusi? Apalagi tinggal kirim ke Waste4Change. Mengelola sampah bukan lagi jadi masalah yakan Buun. Yuk mulai kelola sampah rumah tangga dari sekarang 🙂

Share pengalaman kelola sampah kamu di kolom komentar juga yah biar yang lain bisa ikut terinspirasi.


Disclaimer

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Waste4Change Sebarkan Semangat Bijak Kelola Sampah 2021
Nama Penulis: Marati Husna


Copyright

Artikel: Marati Husna

Foto: Marati Husna


Referensi

Sustaination. Cara Memilah dan Mengolah Sampah di Rumah. 11 April 2021

Tekno Tempo.co. Sampah Terbesar di Indonesia: Sisa Makanan dari Rumah Tangga. 11 April 2021

Waste4Change. Waste Sorting At Home: Little Act With Big Impact. 11 April 2021

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Join The List

Sign up and be the first to know about new articles, freebies, giveaways, and more!