Keyword Research untuk Blogger

Keyword research sudah dipahami banyak orang sebagai bagian penting dari SEO. Kebanyakan praktisi SEO melakukan keyword research bagi website bisnis. Tujuannya untuk meningkatkan penjualan dan mencari ide konten untuk meningkatkan traffic website. Keyword research semacam ini biasanya deep dan sangat detail. Apakah research keyword untuk website bisnis sama dengan blogger? Tentu tidak. Kaya gimana sebenarnya keyword research yang benar untuk blogger agar artikel bisa eksis di halaman pertama hasil pencarian Google?

Apa itu Keyword Research?

Keyword research adalah langkah paling pertama untuk mengetahui apa yang orang cari. Orang dalam konteks ini adalah user atau pembaca blog kita ya. Dengan keyword research yang benar, kita bisa tahu apa yang orang cari sekaligus membuat On-Page dan Off-Page SEO menjadi lebih terarah.

Keyword research yang benar membuat teknis SEO kita menjadi lebih terarah

Proses SEO sendiri dimulai dengan keyword research. Baru masuk ke On-Page SEO kemudian Off-Page SEO. Terakhir measurement dan analysis di mana kita menganalisa performa dan traffic blog kita.

Sebagai blogger, tujuan keyword research adalah mendapatkan satu target keyword untuk pembuatan artikel atau konten. Berbeda dengan keyword research untuk website bisnis yang menghasilkan banyak sekali target keyword karena tujuannya nggak cuma membuat konten yang menghasilkan traffic tapi juga menggiring customer melakukan pembelian. It’s damn easy kan sebenarnya beban hidup kita sebagai blogger untuk mau rajin melakukan keyword research.

Sebelum masuk ke langkah-langkah keyword research, sebaiknya kita kenal dulu dengan jenis-jenis keyword. Tujuannya untuk mengetahui keyword jenis apa yang cocok untuk blog post atau artikel di blog.

Memilih Keyword untuk Blog Post

Ada dua jenis kategori keyword. Keyword dengan kategori tujuan user dan keyword berdasarkan panjang kata.

Keywords dengan Kategori Tujuan User

Keyword dengan kategori tujuan user terdiri dari informational keywords, transactional keywords, dan navigational keywords. Ada juga sih money keywords cuma nggak terlalu relevan jadi saya nggak bahas dulu ya biar nggak kepanjangan.

Informational keywords adalah keyword yang berisikan informasi. Seperti SEO adalah atau cara membuat blog atau tema wordpress responsive dan lain-lain. Makanya hasil pencarian yang mengandung informational keyword kebanyakan adalah artikel. Yes right artikel, ladang kita para blogger. Oiya, jenis keyword ini juga paling banyak pencariannya lho di Google.

Berbeda dengan transactional keywords yang bernilai tinggi karena ada purchase intent di situ. Misalkan jasa SEO atau jasa pembuatan blog atau beli tema wordpress responsive. Kalau di informational keywords orang cuma mau tahu aja tentang tema WordPress gratis, di transactional keywords sudah jelas ada keinginan untuk membeli di sana. Makanya keyword ini lebih relevan untuk website bisnis.

Terakhir adalah navigational keyword. User yang menggunakan keyword ini sudah tahu mau mencari apa tetapi dia nggak tahu nih websitenya apa. Misal kita nggak tahu nih websitenya Ubersuggest. Maka kita mengetik ubersuggest di Google, lalu keluarlah website yang kita cari yaitu neilpatel.com/ubersuggest.

Keyword Berdasarkan Panjang Kata

Perrtama adalah short tail keyword. Short tail keyword cenderung memiliki pencarian yang lebih banyak karena nggak spesifik. Misalkan blog atau blogger saja.

Kedua adalah long tail keyword yang panjang. Long tail keyword biasanya memiliki tingkat persaingan rendah karena lebih spesifik. Misalkan cara membuat blog atau tips untuk blogger pemula.

Informational keywords dan long tail keywords adalah jenis keyword yang recommended digunakan sebagai target keyword untuk blog post. Jenis ini relevan dengan artikel yang sifatnya informatif dan memperbesar peluang kita muncul di halaman pertama karena spesifik.

Langkah-langkah Keyword Research

Banyak praktisi SEO punya cara masing-masing untuk keyword research. Langkah-langkah berikut merupakan keyword research ternyaman versi saya. Saya mengadaptasi keyword research ini dari kak Ilman Akbar, Product Manager of Traveloka. Saya modifikasi sana sini karena keyword research beliau deep banget. Tujuannya agar sesuai dengan target pembuatan artikel blog. Sayang aja habis tenaga dan waktu untuk keyword research yang deep dan heboh kalau tujuannya hanya untuk satu target keyword pada artikel saja.

1 Tentukan Seed Keyword

Seed keyword adalah bibit keyword atau calon keyword yang akan jadi atau berkembang menjadi target keyword yang kita inginkan. Misalkan saya mau membuat artikel tentang wordpress theme. Maka saya menyusun seed keyword yang kira-kira kalau jadi user mereka akan mencari keyword yang seperti apa. Contoh hasil seed keyword untuk artikel tentang wordpress theme adalah wordpress theme, tema wordpress, best wordpress theme, dan tema wordpress terbaik. Dari sini kita akan memvalidasi seed keyword ini apakah sesuai dengan yang kita harapkan di Google.

Baca juga: Top 5 Plugin WordPress untuk Pemula

2 Validasi Seed Keyword.

Selalu gunakan Incognito ya saat keyword research agar tidak ada personalisasi

Validasi ini untuk cek apakah ekspektasi Google sama dengan ekspektasi user. Apa sih yang akan Google hasilkan ketika kita search Seed Keyword yang sudah kita list tadi.

Kita coba search wordpress theme. Ternyata kebanyakan yang keluar adalah artikel berbahasa Inggris dan menjual tema wordpress daripada artikel tentang itu. Berarti keyword ini tidak relevan karena kita ingin hasil pencarian berupa artikel untuk user berbahasa Indonesia.

WordPress Theme

Bisa coba lagi search tema wordpress. Oh ternyata hasil yang keluar berbahasa Indonesia. Dan kebanyakan artikel nih bukan online shop yang jualan tema. Berarti relevan dengan ekspektasi kita. Lalu kita cek juga related keywordnya sebagai bahan pengembangan konten.

Tema WordPress
Related Keyword

Bisa coba lagi seterusnya untuk seed keyword yang lain. Hasil validasi bisa didata rapi di Google Sheet seperti ini. Or you can take some notes on paper or just keep in your mind.

Seed Keyword

Seed keyword yang relevan akan kita cari tahu kira-kira berapa orang yang mencari artikel dengan keyword tersebut. Caranya menggunakan Tools.

3 Analisa dengan Tools

Yess the most exciting part!

Tools yang saya pakai adalah Ubersuggest. Tools ini bikinan mbahnya SEO atau digital marketing. Namanya Neil Patel. Asal dari India. Ubersuggest bisa kita gunakan untuk keyword research maupun competitive research (riset konten saingan kita). Tools ini gratisan tapi bisa banget digunakan untuk riset. Free version-nya memang menyajikan data yang nggak lengkap dan kurang update. Intinya hanya memberikan gambaran umum. Tetapi lumayan lah buat belajar-belajar di awal.

The good news is now Ubersuggest lagi membuka versi premium-nya sebagai bentuk caring selama pandemi Covid-19

Masukkan seed keyword tadi. Kita pilih tema wordpress. Ganti lokasi ke Indonesia. Lalu search. Hasilnya keluar seperti ini.

Tema WordPress

Kita bisa lihat di atas ada search volume. Artinya ada 590 pencarian keyword ini setiap bulannya. Bagus nih berarti setiap bulan kira-kira ada 10 orang lebih yang mencari keyword ini. Kita cek search volume untuk related keyword. Jumlahnya lumayan tapi nggak sebanyak seed keyword tema wordpress yang kita masukkan. Hmm coba kita cek seed keyword lain yang relevan.

Masukkan tema wordpress terbaik. Ternyata hasilnya lebih sedikit daripada tema wordpress. Berarti kita kembali fokus ke tema wordpress dan related keyword-nya yang udah kita list di Google Sheet. Pasti ada yang lebih baik nilai search volume-nya dibandingkan tema wordpress aja.

Tema WordPress Terbaik

Wah ternyata ada template wordpress free. Jumlahnya 1000. Jangan lupa validasikan lagi di Google. Oh ternyata hasilnya kebanyakan artikel walaupun ada juga yang jualan, dan yang penting berbahasa Indonesia.

Template WordPress Free

Oke deh saya ambil template wordpress free sebagai target keyword artikel terbaru di blog. Target keyword ini selanjutnya akan sangat kita gunakan saat On-Page dan Off-Page SEO.

Artikel yang spesifik perlu keyword yang spesifik. Makanya kita cari keyword yang spesifik sesuai target pembaca kita.

Conclusion

Keyword research memang terlihat ribet. Hanya untuk mendapatkan satu target keyword saja banyak langkah yang harus kita lakukan. Tetapi ini adalah langkah paling pertama jika kita mau serius mengoptimasi blog kita. SEO tanpa keyword research bagaikan kapal yang berlayar tanpa nahkoda, tidak punya arah dan tujuan.

Terlepas dari SEO, keyword adalah bentuk integrasi kita dalam membuat konten yang berkualitas.

Itu tadi keyword research untuk blogger. Semoga mudah dipahami ya. Now it’s your turn. What is your favorite method of keyword research and the Tools you use? Komen di bawah ya 🙂

45 thoughts on “Keyword Research untuk Blogger”

  1. Wah, terima kasih informasinya mba. Saya sudah lama enggak searching-searching lagi soal keyword ini. Soalnya kalau lama cari keyword yang oke, entar enggak jadi-jadi nulis. Jadilah, nulis dari yang paling membahagiakan saja. Tapi ke depan saya perlu menerapkan kembali soal keywords ini.

    1. sama-sama mba. semoga tulisan yang membahagiakan itu bisa sampai kebermanfataannya untuk orang banyak 🙂

  2. Wah mbak bagus bgt kontennya. Aku berasa lg ikut onine couse skill academy lg, soalnya pas ambil kelas SEO memang betul begini caranya ubtuk keyword researchnya

  3. Ilmu SEO memang ruet, tapi sebagai Blogger harus belajar agar artikel kita di baca orang hehe

    Beberapa trik di atas sudah saya terapkan, tapi yo tuk bisa nongol di halaman pertama google kyaknya susah ya 🙂

    1. iya karena riset keyword baru gerbangnya SEO banget kan mas. untuk bisa rangking satu, optimasi on page dan off page nya masih kudu dievaluasi juga 🙂

  4. Wah makasih banget mbak infonya. Saya dulu udah pernah belajar keyword research tapi lupa dan lama nggak dipraktekkan. Artikel ini mengingatkan saya betapa pentingnya mencari keyword yg tepat. Apalagi kalo mau blognya banyak yg ngunjungin.

  5. Perlu diplototin satu per satu kata yang tertera karena saya agak susah paham dengan istilah-istilah di atas. Namun demikian, perlu banget bagi seorang blogger untuk mengetahu hal-hal di atas. Biar blognya makin kece.

  6. Wah pas banget mba baca artikel ini ketika saya baru aja pindah ke self hosted WP. Ternyata untuk memilih keyword perlu analisa lebih lanjut ya. Tapi ini jadi referensi yang baik nih mba buat saya

  7. makasih banget mba, artikelnya bermanfaat banget loh. Terutama bagi aku, yang masih cuek sama keyword… Semoga setelah baca artikelmu aku jadi rajin bikin artikel dengan keyword tertarget…

  8. Good job mba Ranti udah dapat sertifikat Cara Membuat Artikel di Hlm 1 Google yaa… Saya jg ikutan ini kemaren di SA, Mbak,, cm blm kepikiran mengikatnya jd tulisan spt ni. Sip deh Mbak

  9. Ups . Beban hidup blogger ya, hehehe..

    Ini penting banget para blogger tahu ya mba . Saya termasuk blogger yang suka asal-asalan nulis, tanpa mengindahkan kaidah SEO. jadi terpacu ingin belajar lebih banyak lagi. Terimakasih sharingnya

  10. kalo pas tulisan untuk diangkat banget, aku baru deh pake research KW ini mba. Apalagi kalo pake blogspot harus pindahin ke excel ya (maafkan aku anaknya mageran nih) dan uber suggest terbaik sih sejauh ini buat research kw

  11. Kalau ngomongin keyword research tuh sebetulnya udah tau lama. Tapi suka pusing sendiri, nggak tau mulai dari mana. Artikel ini ngebantu banget. Detail dan dikupas dari yang paling basic. Kerangka berpikirnya jadi kebentuk dulu. Tinggal praktik aja nih. Semoga bisa. Aamiin

    1. alhamdulillah aku pun masih melatih diri buat disiplin praktikin keyword research mba lelly. bisa terstruktur gini kontennya karena belajar dari guru yang jelasin dengan terstruktur juga 🙂

  12. wah jadi inget lagi kalau artikel itu butuh keyword research supaya bisa oebih mudah ditemukan dan berpengaruh juga pada traffic blog kita. Aku save deh mbak biar kalau prkatek mudah dibuka lagi. Makasiiiih mbak

  13. Wah ilmu baru nih, saya agak puyeng kalau inget SEO udah mau tutup mata aja, hehe … riset keyword mungkin sama ya istilahnya. Baru tahu ada aplikasi buat ngecek ini. Nambah lagi ilmu dari Bw. Makasih Mbak Ranti informasinya menarik dan bermanfaat banget

    1. Tools emang ngebantu banget buat riset mbaa, minimal jadi ada gambaran orang tuh cari artikel yang kaya gimana

    1. aku juga masih belajar mba. hayu belajar juga, materi artikel ini aku belajarnya dari skill academy 🙂

  14. Waah, info menarik banget nih buat aku yang baruuuu banget buat blog. Oh iya, Mba, keyword itu berarti ditulis di judul atau pake hastagh gitu kalau di-blog? Saya belum paham 😀

    1. Betul mba. Kalau saya bilangnya keyword untuk On Page SEO, seperti ditulis di judul (paling kiri sebaiknya), permalink, meta tittle, meta description, di dalam konten artikel (pastikan tersebar merata dan natural), dll 🙂

  15. Semenjak pindah WordPress dari Blogspot, baru terasa manfaat riset keyword. Tools favorit untuk cek-cek keyword itu Google Keyword Planner, Ubersuggest, dan kadang-kadang Keywordtool.io. Supaya makin valid keyword-nya, saya sering pakai plugin Yoast SEO. Di sini bisa kelihatan keyword-nya berhasil SEO-able atau tidak.

  16. sekarang saya baru mau mulai belajar seo dengan serius. kemarin masih iseng-iseng saja. waduh, ternyata banyak juga ya bahan pelajarannya. di satu sisi bingung, tapi di sisi lain juga excited.

    Karena masih pakai hosting blogger, masih belum begitu ‘invest’ di seo ini, tapi belajar kan nggak ada ruginya.

    makasih ya mbak buat sharingnya, bermanfaat banget huhuhu. salam kenal!

  17. Nice content mbak Ranti 🙂 Baca” soal keyword research jadi nambah motivasi plus nulis artikel di blog yang bs ningkatin traffic. Thank you mbaak artikelnya, inspiring. Penjelasannya mantap mbak, mudah dipahami, ditunggu next artikel tentang SEO yaa mbak 🙂

    1. Waah alhamdulillah, semoga manfaat yahh Ichris. Makasih loh udah mampir sini 😀 Hehe iya doakan ya, pengennya juga banyakin artikel tentang SEO dan blogging 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Join The List

Sign up and be the first to know about new articles, freebies, giveaways, and more!