Making My Syar’i Walimah Happen

Dalam acara walimatul ‘urs ‘Ali dan Fathimah, ada kebahagiaan dan keberkahan. Bagaimana perayaan dimaknai sebagai wujud rasa syukur dan pengingat atas keberkahan proses pernikakahan itu sendiri.

– Menentukan Arah, dalam Bab Perayaan

Pernikahan adalah langkah awal ibadah paling lama, makanya melaksanakannya sesuai syariat, sesuai apa yang Allah mau, itu menenangkan dan akhirnya menjadi life goal aku ketika masih kerja hehe.

Vendor That Make This Happened

Venue                    SLG Convention Center

Brides’s Attire                             ITAT Moda

Groom’s Attire                              Soetrisno

Event Styling & Decor               Loh Jinawi

Photography                        Coupis Cinema

Make Up Artist         Irene Triasning Putri

Hijab Styling             Irene Triasning Putri

Catering                                     Lila Catering

Invitation                                            Kirana

Entertainment            Gencar Production

There is an instagram account that inspired me to held syar’i wedding, it is Hijab Alila. Basicly, they constructed all ayah from Quran and sentence from hadith contain the wedding itself becomes severalpoints that refer to what Syar’i Wedding really is. Let me try to mention theme as brief as possible yaa.

Syar’i Wedding 101

1.Infishal

Maksudnya adalah memisahkan tamu laki-laki dan perempuan.Tujuannya agar terhindar dari campur baur (ikhtilat).

Can you imagine how hard we take care of ourself not to be so carefree with non mahram, but it turns out inthe very beginning of our most sacred moment, it becomes the place for everyoneto do ikhtilat? Do we really hope to get Allah’s blessing through our wedding?

2. Providing enough seats for guest to eat

Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri”. Qatadah berkata, “Bagaimana dengan makan?”. Beliau menjawab, “Itu lebih buruk lagi”.

3. No Tabarruj

Ini berlaku buat bride, groom, and guest hehe. Tabarruj itu adalah berdandan atau berpenampilan berlebihan sampai menarik perhatian lawan jenis.

Penampilan, apalagi untuk bride, benar-benar harus dijaga mengingat culture bold make up for wedding masih kokoh menghujam di tengah masyarakat kita hehe.Walaupun baru aja ada fresh movement dari entertainment industry, seperti mbak Meghan dan Putri Marino with their almost non make up  wedding make up look yang semacam menggebrak tren di kalangan urban, tetap aja kalau niat kita cuma buat biar anti mainstream aja, atau ngikut tren, or just to be look naturally beautiful, that will be a waste. You do will get all approval, but get nothing in pahala. Naudzubillah huhu.


Berikut tips penampilan syar’i buat walimah dari Hijab Alila:
  • No cukur alis
  • Khimar menutup dada
  • Hindari memakai aksesoris berlebihan
  • No bulu mata palsu
  • Tidak ketat dan menerawang
  • Panjang gaun maksimal 1 hasta (45 cm) dari mata kaki

4. Entertainment Sorting

Cari hiburan yang tidak melalaikan. Bapak waktu itu memilihkan grup shalawat untuk in charge di hiburan selama walimah berlangsung

5. Berbagi pada kaum dhuafa

InsyaAllah bisa jadi jalan buat didoakan sama mereka, agar penikahan kita bertabur keberkahan 🙂

The hardest part for me is point 3. Alhamdulillah, both of our big family (mine and le hubby now) supported us to held Syar’i Wedding. However,it’s not easy to convince the MUA not to put the fake eye lashes. The MUA is my own cousin, she was the best on my list. For your information, we live in Kediri. You can hardly find syar’i MUA there compared to other big cities with enormous syar’i wedding influence such as Bandung and Jakarta. I could negotiate everything in my make up with her but the fake eye lashes. Karena negonya udah mepet hari H. Jadi sebaiknya memang membicarakan plan dan konsep make up syar’i itu dari jauh-jauh hari, biar adem di dua pihak hehe. 

The rest of the points were under control, alhamdulillah.

Layout Infishal.
Tempat duduk tamu juga disertai meja bundar agar pilihan untuk makan dengan duduk menjadi lebih nyaman.
Pemisah buat infishal dibuat dengan konsep pagar dan tanaman. Jadi tetap terpisah jalur ikhwan dan akhwat but still looks pretty 🙂
Center Point.
Kanan untuk akhwat kiri untuk ikhwan.
Foto ini diambil saat sedang antri foto keluarga besar.

Vendor yang paling top adalah Loh Jinawi Decor. They really helped me to make this syar’i wedding comes true. They are experienced enough with many wedding themes, including syar’i theme. Bu Lila dari Loh Jinawi Decor listened to all my concern, seperti layout pemisahan tempat duduk tamu. Aku orangnya detail banget, dan staff Loh Jinawi Decor nya sabaar menghadapi mau saya. I simply gave them my preference wedding decor from a wedding website.  Padahal kita diskusinya via Whats App dan telfon, karena selama wedding preparation aku masih kerja di Bandung. Dan ternyata, masya Allah tabarakallah, saat hari H, di pagi hari di dalam gedung menjelang akad, dekorasi dan layoutnya jauh lebih cantik dari ekspektasi aku sebelumnya. Loh Jinawi Decor made my syar’i wedding simple but still look gorgeus. Mamacih bu Lila and team :’)

Setelah ngalamin sendiri gimana ‘seru’ nya mensyar’ikan walimah, I believe I got some ‘oh iya ya’ points I would like to share here.

  1. Pernikahan adalah peristiwa peradaban, melibatkan banyak pihak dengan referensi budaya dan nilai yang nggak sama. Kita tidak bisa memaksakan seluruh keinginan kita. Supaya nggak stress, meluruskan niat selalu itu penting. Niat bahwa kita akan memulai seluruh proses ibadah seumur hidup ini dengan awal seremoni yang baik, yang saling memudahkan dan menenangkan. Jadi dari proses sampai hari seremoni berlangsung, perbanyak selalu dzikrullah, dan tanyakan hati kita bila ada yang ngga srek, ini beneran krusial berlawanan dengan value kita atau sekedar ketidaknyamanan yang muncul dari hawa nafsu sendiri hehe.
  2. Persiapkan jauh hari. Konsep walimah syari’i bisa dibicarakan dari dini bahkan sejak sebelum menikah dengan orang tua. Biar nggak kaget hehe. Dengan calon pun bisa dibicarakan sejak ta’aruf. Buat kasus aku yang pakai vendor dari keluarga besar, kemarin agak terlambat buat share value make up syar’i nya, akhirnya di hari h tak terwujudlah keinginan tak berbulu mata palsu :’) Dengan tamu undangan juga perlu banget untuk sosialisasi konsep wedding syar’i dengan tamu dipisah via undangan, agar tamu juga udah mempersiapkan diri dari awal jadi ngga yang nyampe tempat walimah lalu langsung yang shock gitu hehe.
  3. Compare less. Balik lagi ke meluruskan niat mengadakan walimah. Nggak akan pernah habis bila kita selalu membandingkan dengan walimah orang lain, apalagi kalau kita melihatnya ke atas terus hehe. Selama value utama kepegang (akhwat ikhwan terpisah, cukup memberikan space untuk duduk dan makanan yang layak, hiburan yang tidak berlebihan), mencukupkan diri dengan apa yang ada akan sangat menenangkan juga kok 🙂

Begitulah seciduk perintilan dari walimah (yang semoga memang) syar’i aku. I hope everyone of us could held our dream syar’i wedding. Buat temen-temen yang berdomisili di Kediri, semoga daftar vendor bisa jadi referensi yang baik untuk menyelenggarakan walimah yang syar’i yaa.

Selamat bersabar, berjuang, dan merayakan cintaNya 🙂

6 thoughts on “Making My Syar’i Walimah Happen”

  1. Lagi posisi nunggu pas baca postingan ini, alhamdulillah inspiratif, menunggu yang manfaat ini mah. Sukses terus Ranti..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Join The List

Sign up and be the first to know about new articles, freebies, giveaways, and more!