Sleep Training: Akhirnya Maryam 15 Bulan Bisa Tidur Sendiri!

Kemarin di artikel Monthly Update Maryam 15 Bulan, progress pertama yang aku tulis adalah Maryam lulus sleep training. Dia sekarang sudah bisa bobo sendiri tanpa harus menyusu dan digendong. Pola tidurnya juga jadi lebih sehat karena Maryam bisa tidur lebih awal. Sebenarnya niat awal aku cuma sharing day by day pengalaman Maryam sleep training. Tetapi ternyata setelah aku share di Instagram Story, banyak banget yang salah paham tentang apa itu sleep training. Banyak juga yang nanyain metode aku buat sleep training dan alasan kenapa aku pakai metode itu. Bahkan masih ada juga yang bertanya kenapa aku harus susah-susah nge-sleep training Maryam hehe. Jadi aku jabarin aja sekalian semua di sini ya.

Before Sleep Training

Selama ini Maryam harus menyusu dulu yang lamaa sebelum bisa tertidur. Dan sering kebangun setiap jam minta menyusu yang ternyata selalu berakhir ngempeng yang nggak mau lepas sebelum anaknya benar-benar tertidur. Subhaanallah kebayang sekali kan pegelnya badan harus miring terus semaleman.  Belum lagi harus pakai jurus ninja selama bobo sebelahan Maryam biar anaknya nggak gampang kebangun.

Selain itu, jam tidur Maryam melebihi jam tidur kita. Jam 22.00 atau jam 23.00 seringnya Maryam belum tidur padahal kitanya udah ngantuk banget. Even ketika lampu sudah kita matikan dan Maryam udah stand by bareng kita di Kasur. Dia masih yang ke sana ke sini gerilya keliling kasur sampai minta turun kasur. Belum mau ikut bobo sampai dia benar-benar sudah mengantuk. Misal udah jam 22.00 terus dia belum ngantuk tapi aku paksa susuin buat bobo, Maryam bisa yang either ngempeng lama atau menolak dengan menggigit puting.

Kenapa Harus Sleep Training?

Aku dan Abinya Maryam termasuk golongan (((golongan))) yang meyakini kalau anak umur 1 tahun sudah seharusnya bisa tertidur sendiri dan nggak mudah terbangun. Manfaatnya bayi bisa bobo lebih awal dan punya pola tidur yang sehat. Akhirnya kita juga bisa punya couple time dan me time lebih lama.

The more practice your baby gets putting himself to sleep, the quicker the process works. He will fall asleep on his own, and you will get the sleep you need…Don’t wait too long, though. The earlier, the better. Remember, once your baby gets older – that is, at least 5 or 6 months – the process of getting your child on a sleep schedule and to sleep through the night gets more difficult.

Jodi Mindell, psychologist and author of Sleeping through the Night

What a good many people don’t realize is that babies need parents’ direction to establish proper sleep habits. In fact, the reason so-called sleep problems are common is because so many parents don’t realize that they, not their babies, must control bedtime.

Tracy Hogg, nurse and author of Secrets of the Baby Whisperer

Bayangkan deh enaknya kalau pola tidur bayi teratur. Jam 19.30 bayi sudah masuk kamar dan tertidur sendiri tanpa drama. Betapa panjang waktu dan batapa banyak energi yang kita punya untuk melakukan apapun yang kita mau. Mau menyelesaikan domestikan dulu bisa. Mau santai-santai aja boleh. Mau produktif mengerjakan ini itu hayu. Mau mesra-mesraan dulu sama suami bisa banget. Nilai plus-nya adalah kita bisa melakukan semua hal itu dengan tenang. Nggak perlu jurus ninja karena anak sudah bisa tidur lelap.

Apa itu Sleep Training?

Sleep training adalah proses kita membantu bayi belajar tertidur sendiri (tanpa disusuin dan digendong). Proses sleep training ini termasuk melatih bayi untuk bisa tidur lebih lama tanpa sering kebangun. Tanpa kita harus mengeluarkan jurus ninja, bayi bisa mudah tidur dan terlelap. Makanya sleep training beda dengan soothing.

Kaya yang aku bilang tadi, banyak yang salah paham menganggap sleep training sama dengan soothing atau menenangkan bayi agar bisa tidur. Kalau soothing bayi aja, kita bisa lakukan dengan menyusui ataupun menggendong. Terus kalau udah tertidur kita letakkan bayi dengan ekstra hati-hati pakai jurus ninja biar nggak kebangun. Pengalaman kaya gini? Hehe.

Nah kita udah nggak butuh jurus ninja lagi ketika bayi sudah lulus sleep training. Because they will fall asleep just like us the grown-ups: tertidur sendir dan lelap lama 🙂

Usia Berapa Bayi Mulai Sleep Training?

Rekomendasi usia bayi bisa mulai sleep training dari BabyCenter adalah 4 – 6 bulan. BabyCenter adalah aplikasi panutanku tentang perbayian, yang manage adalah Asosiasi Doter Anak di Amerika dan sumber yang dipakai di artikel-artikelnya adalah Jurnal Kedokteran Anak. Tambah lagi ada banyak honest stories juga dari para mama lain tentang perbayian.

Tapi tiap bayi dan parent pasti punya timing kesiapan yang berbeda untuk sleep training. Dulu aku memutuskan untuk sleep training ketika Maryam mulai MPASI aja, usia 6 bulan.  Tetapi ternyata malah tertunda sebulan karena rempong dan hectic adaptasi ke masa-masa mulai makan hehe. Akhirnya mulai lah Maryam sleep training di usia 7 bulan. Training hanya berjalan 2 hari karena bertepatan saat mau mudik. Kita salah pilih timing hehe. Kalau di rumah orangtua kan kita nggak bisa bebas mengkondisikan bayi untuk training. Ternyata kita baru siap untuk sleep training lagi sekarang, di usia Maryam 15 bulan.

Metode Sleep Training

Ada banyak banget metode sleep training. Bahkan beberapa DSA meyakini bahwa metode sleep training bisa mengikuti insting ibu saja. Tetapi basically, DSA menyarankan 3 metode untuk sleep training yaitu Cry It Out, Fading, dan No Tears.

Cry It Out atau CIO adalah membiarkan bayi menangis sampai tertidur (jangan horor duluan ya J I’ll explain just after this section). Kalau No Tears kebalikan dari CIO. Sedangkan Fading (biasa juga disebut Camping Out) adalah metode pertengahan antara CIO dan No Tears.

Aku nggak akan bahas pro kontra dari masing-masing metode. Karena metode apapun yang kita pilih dan lakukan, pada akhirnya kita tetap akan mengikuti common sense kita. Misalkan pada sleep training ada tahapan bed time routine A, B, dan C. Tetapi ketika di kemudian hari bayi ternyata lebih nyaman dengan B, A, dan C atau malah D, E, F, G, dan H, just go for it. Metode memang ada sebagai guidance, tetapi kita juga boleh banget membuka space untuk fleksibel dengan kondisi rumah dan keluarga kita.

And for your information, we choose CIO.

Why CIO?

1 Rekomendasi para DSA di BabyCenter

CIO jadi rekomendasi saking terkenalnya metode ini untuk sleep training. CIO ini sendiri dikembangkan oleh Richard Ferber, DSA yang juga direktur Pediatric Sleep Disorders di Rumah Sakit Anak Boston.

2 Banyak Cerita Sukses CIO di Forum Ibu

CIO kan metode yang biasa dipakai di Amerika. Jadi aku masih butuh cerita real dari para mama di Indonesia. Aku baca banyak banget testimoni di beragam forum seperti Mommies Daily, The Urban Mama, dan artikel-artikel para momblogger tentang sleep training dengan CIO.

Ternyata banyak juga yang sharing pengalaman sleep training dengan CIO bahkan dari tahun 2000-an. Dan yang paling penting cerita para mama ini sukses semua.

Berarti kan udah banyak gitu yang melatih tidur anaknya sekalipun pola asuh seperti ini belum meng-akarbudaya di Indonesia.

Aku juga mendapat penegasan kalau CIO ini ampuh walaupun memang akan berat banget di hari-hari pertama. Just like the other trainings for babies juga kan sebenernya.

FAQ about CIO

Emang nggak masalah dibiarin nangis gitu, bukannya itu melanggar prinsip attachment ke bayi ya?

Nggak masalah karena CIO itu bukan yang meninggalkan bayi menangis bleng gitu aja. Ada durasi untuk membiarkan bayi menangis dan ada durasi buat kita datang lagi ke bayi untuk menenangkan dengan cara apa aja. Bisa dielus-elus, dikasih afirmasi positif, dilantunkan dzikir, apa saja asalkan tidak digendong dan disusui.

It isn’t traumatic for babies to cry alone for short periods of time with frequent check-ins by Mom or Dad – and the end result is a well-rested, happier child.

Dana Dubinsky, BabyCenter health and science editor

Persiapan CIO

1 Sounding ke Anak

Sehari sebelum sleep training, aku ngoceh terus seharian ke Maryam. Biar anaknya nggak kaget dan ikut siap juga kalau akan ‘ada yang berbeda’ waktu bobo malam nanti. 

“Besok kita belajar bobo sendiri yaa”.

“Umma Abi sayaang Maryam, makanya pengen Maryam bisa bobo sendiri. Biar bisa istirahat lebih lama yaa nak sayang”.

“Nanti Maryam bakal nangis karena belum terbiasa. Tapi nangisnya cuma sebentar aja nak. Nanti lama-lama bisa bobo sendiri ngga pakai nangis yaa sayaang”.

2 Bed Time Routine

Sebelum mulai ke teknis CIO, biasakan ada bed time routine dulu. Contoh umum bed time routine adalah bayi mandi, bed time story, lullaby, lalu mulai tidur atau sleep training. Kalau aku nggak pakai mandi dulu, sudah malam hehe. Bed time routine Maryam di awal sleep training adalah ganti clodi, treatment setelah mandi (pakai minyak telon, hair lotion, dan cologne), dzikir sambil ditimang-timang, lalu masuk kamar.

Semakin ke depan, aku memutuskan untuk menyusui Maryam dulu. Jadi dzikirnya ganti sambil menyusui di dalam kamar. Nah bed time routine yang ini kepakai banget sampai sekarang.

1 Ganti Clodi

2 Wudhu

3 Body Care (Maryam harus bersih, hangat, nyaman dan wangiii sebelum mulai tidur)

4 Maryam Matikan Semua Lampu

5 Say Good Night ke Abi

6 Masuk Kamar Nyalakan Lampu dan Kipas Angin (intinya menyiapkan white noise)

7 Menyusui sambil baca Al Fatihah, Triple Qul, dan Doa Sebelum Tidur

8 Say Good Night ke Maryam

9 Matikan Lampu dan Tutup Pintu

3 Kuatin Hati buat Dengerin Anak Nangis

Important Note: Nangisnya anak ketika CIO itu adalah nangis yang parahnya ampun-ampun maaakkk. Nangis yang kejer, teriak-teriak, histeris, sampai batuk-batuk.

Aku sebenernya udah start 2 mingguan sebelum Day 1 yang aku tulis di sini. Waktu itu aku nangis-nangis ngga kuat dengerin Maryam nangis teriak-teriak histeris sendirian di kamar. Akhirnya aku nggak sanggup lalu memutuskan untuk masuk kamar lalu aku susuin sampai bobo.

Alhamdulillah, di Day 1 Abi ngebantu menguatkan aku dan bikin suasana santai. Ternyata ketika dibiarkan aja nangis, Maryam akhirnya bisa bobo sendiri beneran. Jadi penting buat kerja bareng pasangan dan minta dukungan waktu sleep training.

Teknis CIO

Ada bermacam teknis CIO dari pengalaman sleep training para mama di berbagai forum. Beberapa ada yang cocok ada yang enggak. Akhirnya setelah ngobrol dengan Abinya Maryam, kita sepakat untuk mengikuti teknis CIO dengan langkah berikut:

1 Letakkan anak di kasur. Matikan lampu, keluar kamar, dan tutup pintu.

2 Biarkan anak nangis selama 15 menit

3 Masuk kamar selama 5 menit (ditenangin)

4 Keluar kamar, biarkan anak lagi di dalam selama 15 menit

5 Ulang langkah 2. Lanjutkan sampai anak tertidur (biasanya anak berhasil bobo setelah 40 menitan untuk hari pertama sleep training)

Pengalaman Sleep Training Day by Day

Day 1

Start jam 21.00. Nangisnya aduhai bombastis menguras perasaan mamak. Teriak-teriak sampai gedor-gedor pintu. Miris pilu. Hari pertama memang yang paling berat. Kudu kenceng dzikir dan afirmasi positif.

Alhamdulillah Maryam cuma nangis 20 menit dari ekspektasi kita yang 1 jam. 10 menit pertama rasanya kaya berabad-abad dengerin nangisnya. Menit ke-15 mau masuk kamar kok suara tangisnya mulai mereda. Kita jadinya menuunda dulu buat masuk menenangkan Maryam. Ternyata di menit ke-20, Maryam sudah berhasil tertidur. Kita bisa cek dari jendela kamar soalnya.

Kalau mau, pakai Baby Monitor bisa memudahkan banget untuk memantau kondisi bayi selama berada di kamar.

Tapi ternyata gini posisi bobonya hehe. Akhirnya kita pindahkan Maryam ke kasur pakai jurus ninja, alhamdulillah anaknya masih bertahan bobo sampai kita menutup pintu kamar.

Eh terus anaknya kebangun denger Abinya bersin, ealaah. Langsung nangis lagi histeris. Tapi nggak sampai yang turun kasur dan gedor-gedor pintu lagi. Mamak pun kembali tegang, siap-siap ready masuk ke kamar untuk menenangkan Maryam di menit ke-15. Alhamdulillah nangis yang ini cuma 10 menit aja sebelum dia berhasil ketiduran lagi.

Maryam bablas tidur sampai dini hari. Sekitar jam 2.30an Maryam bangun dan aku susuin. Setelah menyusu, Maryam akhirnya bobo sampai Subuh. Ini adalah sebuah rekor karena sebelumnya tiap jam Maryam itu hampir selalu terbangun minta disusuin.

Day 2

Masih start pukul 21.00. Alhamdulillah Maryam cuma nangis 3 menit aja.  Dan nangisnya nggak sampai yang menggelepar lagi seperti di hari pertama. Posisi bobonya juga sudah proper bertahan di kasur, ngga turun lagi nggedor pintu. Baarakallah nak shalihaah. Umma Abi love you and so proud of you :*

Day 3

Jam bobo maju jadi pukul 20.00. Sama seperti hari sebelumnya, Maryam nangis Cuma 3 menit aja dan langsung ketiduran alhamdulillah.

Tapii Maryam masih sering kebangun gara-gara Umma dan Abinya masih belum bobo. Abi heboh nonton MU, Maryam kebangun merengek. Aku berisik sama air di kamar mandi, Maryam jadi kebangun lagi. Tiap kebangun, Maryam merengek 5 menitan aja dan aku nggak masuk kamar buat menenangkan karena dia udah bisa ketiduran lagi selesai merengek.

Aku baru masuk kamar lagi jam 00.30an untuk menyusui Maryam. Selesai nenen ini akhirnya Maryam bablas bobo sampai Subuh.

Intinya kalau energi di rumah belum turun, anak juga susah untuk lelap.

Yang masih jadi PR adalah gimana biar Maryam happy ketika dadah say good night sebelum aku tutup pintu kamar. So far Maryam memang udah nggak nangis kejer tapi masih nyebik.

Day 4

Lupaaa buat ganti clodi dulu. Maryam udah rungsing ngantuk berat, Umma jadi buru-buru masukin Maryam ke kamar. Maryam anteng sampai Umma selesai berdoa dan mulai dadah say good night. Anaknya panik waktu aku matikan lampu kamar. Alhamdulillah ketika pintu ditutup Maryam merengek cuma sebentar banget, nggak ada semenit. Aku langsung cek. Ternyata Maryam udah pules sambil meluk bantal. MaasyaAllah Naaak.

Tapi tapi tapi Maryam kebangun lagi tiap jam karena belum ganti clodi itu. Kebangunnya sekitar 3 menitan aja dan Maryam udah bisa tenang sendiri tanpa harus disamperin. Seperti kemarin, aku baru masuk kamar lagi jam 00.30an untuk menyusui. Dan Maryam pun bablas bobo sampai Subuh.

Aku bersyukur banget di hari ke-4 ini. Akhinya momen Maryam bisa bobo dulu tanpa menyusui datang juga. Alhamdulillah, nggak pernah nyangka akhirnya bisa pillow talk juga sama suami di usia Maryam yang baru setahunan.

Day 5

Bedtime routine-nya komplit. Kita start pukul 19.30. Dan alhamdulillah untuk pertamakalinya Maryam nggak nangis waktu pintu ditutup dan langsung ketiduran.

Sempet kebangun juga ngelilir sebentar gitu di satu jam pertama. Sisanya jam 00.30an untuk aku susuin dan yah Maryam bobo sampai Subuh.

MaasyaAllah tabaarakallah Nak. Umma sungguhan terharu keesokan paginya huhuhu.

PR-nya masih sama. Maryam belum happy waktu Umma nutup pintu. Masih nyebik walaupun nggak nangis lagi. Alhamdulillaah.

Day 11

Akhirnya untuk pertama kalinya Maryam nggak nyebik sama sekali ketika Umma menutup pintu sambil say good night. MasyaAllah, jadi gini ya rasanya nganter bobo anak toddler nggak pakai drama.

Now, Day 35

Sekarang, Maryam sudah bisa tidur sendiri. Masuk kamar bada Isya , sekitar pukul 19.30an. Setelah selesai berdoa, Maryam udah auto minta peluk dulu sebelum Umma nutup pintu. Daan (ini yang paling bikin bahagia) Maryam ikut dadah-dadah sambil senyum cemerlang waktu Umma mulai matikan lampu dan menutup pintu. She is so sweet, nak shalihah.

Maryam tidur lelap sekalipun aku dan Abi masih beraktivitas. Mau tilawah, mandi, ‘umek’ di dapur, alhamdulillah Maryam nggak mudah kebangun lagi. Tetapi tentu saja dengan maintain energi aktivitas biar tetep rendah. Oiya lampu yang nyala mode-nya dim, tetap bisa untuk baca nulis tapi nggak heboh ‘nyentrong’. Sedangkan lampu di area sekitar kamar Maryam kita matikan semua.

Jam 3.30an Maryam baru kebangun dan aku baru masuk kamar untuk menyusui Maryam. Biasanya anaknya bisa tertidur lagi sampai Subuh.

What I Feel

Rasanya seneng anak toddler ini sungguhan bisa mandiri bobo sendiri. Dia bisa istirahat lebih awal dan lebih lama. Waktu bangun jadi cerah ceria lagi.

Pola tidur seperti ini juga ikhtiar kami membangun kebiasaan baik Maryam untuk rajin Qiyamul Lail dan shalat Subuh on time ketika dewasa nanti

Aku dan Abi akhirnya bisa punya waktu produktif lebih lama. Nggak ada lagi cerita kita udah ngantuk berat malam sudah larut sedangkan Maryam masih super aktif. Saat Maryam sudah masuk kamar, saat itu juga aku dan Abi memulai me time dan couple time. Menjaga kewarasan kami sebagai orangtua sehingga siap dan segar untuk membersamai Maryam kembali esok hari.

Conclusion

Artikel sleep training ini bukan untuk mengkompori para ibu bahwa anak yang belum bisa bobo sendiri tidak hebat dan ketinggalan fase tumbuh kembangnya. Aku sharing pengalaman sleep training ini agar bisa jadi referensi untuk yang sedang mempertimbangkan atau siap untuk melakukan sleep training. Juga untuk berbagi bahwa semua target atau milestone yang ingin kita capai membutuhkan proses. Sleep training, yang awalnya seem imposible apalagi dengan proses yang tidak mudah, ternyata bisa kok buat dijalani prosesnya dan dinikmati hasilnya.

Semoga bermanfaat ya. Sleep tight all 🙂

20 thoughts on “Sleep Training: Akhirnya Maryam 15 Bulan Bisa Tidur Sendiri!”

  1. Duh nggak bisa bayangin proses membiasakan anak untuk mandiri tidur sendiri sejak dini mbak. Hhh
    Meski blm menikah aku ikut bayangin dramanya, bakal menguras perasaan bgt ya. Adekku umur 10 tahun baru mau tidur sendiri, wkwk

    1. hehe kebiasaan baik emang enaknya sedini mungkin ngajarinnya. babak belur di awal nggak papa, langsung ilang kook rasanya setelah tahu hasil manisnya mba 🙂

  2. Wah informas yg bermanfaat, memang anak yg mau menginjak besar itu manja-manjanya kadang sulit di tinggal sendiri kalau masalah tidur, apalagi kalau punya kebiasaan netek pasti sangat sulit.

    Dengan edukasi-edukasi ini pasti mantep hehe, terimakasih infonya Mbak, info Parenting ini sangat penting, apalagi dia yg masih belum berumah tangga, pasti mantep.

  3. Wah mantap mbak. ternyata bisa ya masih usia setahunan bobo sendiri… Anakku yang pertama dulu usia 5tahun baru bobo di kamarnya sendiri, pas saat adeknya lahir. Kalau anak kedua sekarang udah usia 4tahun Alhamdulillah sudah bisa langsung bobo sendiri, meski masih sekamar sih. Kebayang bakalan heboh kalau pake metode CIO itu ya… hehe…. makasih artikelnya lengkap banget dan infonya bermanfaat mbak.

    1. iyaa mbaa bener bangettt, kelemahannya CIO ini nggak cocok dipakai sleep training ke anak kedua, bisa bikin bangun anak pertama

  4. artikelnya sangat bermanfaat mba buat saya, meski saya belum punya baby nanti bisa saya terapkan saat saat sudah punya baby, dan betul juga semakin diabiasain mereka tidur tepat waktu, orangtuanya juga punya lebih banyak waktu buat istirahat

  5. Hal yang baru lagi nih daku dengar “sleep training”. Pembelajaran saat mengalami fase tersebut, dan inilah manfaatnya BW bisa mendapatkan wawasan parenting meskipun status di KTP belum berubah hehe.

  6. wah keren, cepet banget bisa sleep training <3 aku bed time routine bermasalah di waktu tidur mba, jam nya ga konsisten 🙁 kapan2 aku cobain deh metode CIO nya, InsyaAllah, biar anakku juga bisa cepet bisa bobo sendiri :')

    1. siapin hati dulu aja mbaa sebelum nyobain CIO nya hehe. Semoga Allah mudahkan buah hati biar bisa bobo sendiri ya mbaa. semangat!

  7. Apakah sleep training di usia tersebut tidak terbilang terlalu dini? Memang semuanya bisa ala biasa. Tapi saya jadi khawatir pada psikologis anak. Bukankah saat akan tidur dan ketika terbangun adalah waktu-waktu krusial bagi ibu untuk menanamkan afirmasi dan bonding pada anak? Jujur saya belum tega.

    1. memang rekomendasi dari DSA di usia dini mba, usia 4 – 6 bulan sudah bisa sleep training. tapi tapi aku pernah liat mama-mama dari Amerika di reality show My Neighbor, Charles malah udah nge sleep training anaknya di umur 1 bulan. crazyyyy.

      naah bonding atau attachment kaya yang aku jelasin di FAQ tadi itu ga keganggu karena kita nggak ninggalin anak nangis terus dibiarin aja selama sejam, tiap 5 menit atau 10 menit kita malah harus masuk buat nenangin anak mba.

      dan yang penting, anak nangis lama itu biasanya di hari pertama aja kok. hari kedua dan selanjutnya makin sebentar nangisnya, ada yang berhasil cuma 5 menitan aja kaya Maryam, ada yang 10 – 15 menit nangis baru bisa bobo sendiri. endingnya anak nggak akan nangis sama sekali. justru di sini makin kerasa attachment nya karena kita bisa kasih bed time routine berkualitas dan mindful ke anak sebelum tidur 🙂

  8. MasyaAllah, Maryam pintar ya bu… Aku jadi teringat dulu waktu kecil masih tidur dengan ortu. Tapi jika nanti diberi kesempatan punya anak, aku akan mencoba menerapkan sleep training ini.

  9. Aku juga sempat baca soal sleep training ini sebelum melahirkan. Harapannya, setelah anaknya lahir, aku nggak terlalu terlibat dengan drama begadang. Alhamdulillah, setelah Ghazy lahir, aku juarang banget begadang. Di awal dia lahir aja yang begitu. Terus ketemu solusinya gara-gara Ghazy lihatin lampu terus.

    “Oke, harus gelap nih.”

    Alhamdulillah, setelah dibiasakan untuk tidur kisaran jam 7 malam, masuk kamar dalam kondisi gelap, Ghazy bisa tidur kurang dari jam 8 malam. Kalau dia nggak kunjung tidur, aku tinggal tidur (biasanya pura-pura, tapi pernah ketiduran trus anaknya jatuh).

    Ghazy masih suka kebangun sampai kisaran pukul 10 dan pas tengah malam. Selebihnya, bablas tidur sampai subuh.

    Tapi aku kepikiran juga, gimana nanti kalau Ghazy disapih? Tidurnya gimana? Pasti bakalan ngaruh banget. Galau lagi. Wkwkwk…

    Cumaaan.. Aku belum siap menerapkan sleep training yang kaya gini juga.

    1. kereen banget sih mba ngga drama begadang habis lahiran. lumayan bikin waras itu, bisa tidur. lucu banget sihh Ghazy kasih kode ke Ummi gitu hhi.

      kayanya kalau pola tidur Ghazy udah bagus bakal lebih mudah deh sleep trainingnya. Maryam kan kacau banget ini bobo maleem banget sebelum sleep training.

      nahh iya aku juga niatnya sleep training ini buat nyicil nyapih. aku dulu juga ngeri-ngeri sedep bayangin sleep training pakai CIO bakal gimana. sampai berkali-kali nyoba kan aku tuh, misal hari pertama nyoba, hari kedua nggak sanggup. atau hari pertama langsung nyerah. harus yakin anak emang mandiri udah bisa bobo sendiri aja sih mbaa. training ini kan intinya buat ngasih tahu kalau dia bisa kok bobo tanpa nangis dulu, juga kebangun dari bobo nggak harus nangis tapi bisa kok bobo sendiri lagi.

      coba aja mba Lelly, lumayan bangettt loh ngga harus nyusuin buat boboin anak dulu, bangunnya juga dini hari jadi bada isya mba udah bebaas buat ngeblog sampai waktunya mba boba juga (kompor hahaha)

  10. Assalamualaikum mbaak, bermanfaat sekali sharingnya, saya ingiin sedikit bertanya, semoga mbak berkenan membalas,
    saya punya anak usia 9 bulan yg aktif merangkak, pola tidurnya semakin hari semakin parah karena dia setiap stgh jam sekali bangun minta nipple ke saya karena dbf. saya masih tidur seranjang sama dia.
    saya mau tanya kalau tidurnya masih satu kamar tapi pisah ranjang apa bisa dilakukan sleeptraining dgn cio ini ?
    kalau anak terbiasa menyusu sampai ketiduran, bagaimana cara melatihnya pas dulu mbak melakukan bedtime routine dengan menyusui sambil berdzikir ?
    terimakasih sebelumnya 🙂

    1. Waalaikumsalam mba Fitrii. Hi, it’s good to have you here 🙂 Waah 9 bulan insyaAllah udah siap banget buat belajar bobo sendiri ya mba 🙂

      Kalau masih dalam tahap training, sebaiknya anak sendirian di kamar dulu mba. Agar anak belajar memahami bahwa tanpa ada orangtua sebenarnya bisa-bisa aja tertidur sendiri dan ketika tidur sendiri bukan berarti orangtua nggak sayang dan nggak ada di luar kamar siap jagain anak kapan aja. Kalau ada kita di kamar walaupun beda ranjang, anak bakal melihat ada kita dan cenderung pengen nempel sama kita lagi hehe. Harus ulang lagi dari awal dan nggak selesai-selesai nanti training-nya 🙂

      Naaah kalau menyusui dulu pas bedtime routine awalnya challenging banget karena harus melepas nippel sebelum anak ketiduran kan. Jadi awal banget training aku menyusui sambil baca Al Fatihah aja lalu doa sebelum tidur, biar nggak kelamaan. Hari pertama Maryam masih kesal pas nipple dilepas. Jadi aku ngebut gitu dari melepas nipple terus matikan lampu dan nutup pintu kamar. Paling berat memang hari pertama. Tapi hari kedua dan seterusnya, dia ngerti kalau aku melepas nipple tandanya sudah waktunya mau tidur jadi anaknya nggak nangis lagi. Pokoknya mah sabar-sabarin aja dan banyakin sounding ke anak dulu kalau nanti minum ASI dulu tapi nggak sampai bobo yaa Nak.

      Alhamdulillah sekarang tiap menyusui Maryam sebelum bobo, anaknya udah nggak sampai ketiduran. Sekarang aku bisa bacakan agak panjang mulai dari Al Fatihah, ayat kursi, triple qul, doa untuk orangtua, dan doa mau bobo. Lucunya, tiap selesai surah An Naas, dia yang auto lepas nipple dan ikut angkat tangan buat berdoa. Setelah berdoa, bisanya kita pelukan dulu, baru aku pakaikan selimut, matikan lampu, dan menutup pintu.

      Semangat ya mbaa, semoga yang sedikit ini bisa mencerahkan. Boleh banget wa aku ya misal masih mau nanya. Mangga drop no wanya di maratihusna@gmail.com yaa 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Join The List

Sign up and be the first to know about new articles, freebies, giveaways, and more!