Sukses Memulai MPASI: 15 Hal Dasar yang Mom Harus Tahu Sebelum Memberikan Makanan Padat Pertama Pada Bayi 6 Bulan

Bayi cenderung kekurangan gizi dan turun berat badan pada usia 6 sampai 9 bulan. Terutama pada bayi yang telah menyelesaikan ASI ekslusif. Seperti baby M. Ada kebutuhan gizi seperti kalori dan zat besi yang tidak dapat dicukupi dari ASI saja. Maka, pemberian makanan padat pertama yang baik dan benar adalah kunci utama kesehatan bayi di fase kritis ini. Berikut adalah rangkuman basics memulai MPASi yang aku approved setelah belajar dan praktik langsung bareng baby M. Yuk Mom perhatikan 15 hal dasar ini agar sukses memulai MPASI.

1 Mulai dengan Serelia

Serelia adalah biji-bijian yang dikenal sebagai sumber karbohidrat. Contohnya beras. Jadi pemberian karbohidrat yang tinggi kalori sangat disarankan untuk menjaga berat badan bayi terus naik.

Sumber karbohidrat lain seperti kentang, ubi jalar, dan labu kuning juga bisa dijadikan variasi atau campuran di nasi. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan selera bayi yang cenderung lebih suka rasa manis dan gurih daripada tawar. Namun, jika dilihat dari tabel beras putih memang yang paling tinggi kalori dan zat besi. Maka, bisa disiasati dengan menambahkan bawang bombay agar rasanya lebih manis.

Sumber: Sehat Lezat

Sumber karbohidrat yang dipilih sebaiknya beras putih alias nasi karena kalorinya tinggi dan mudah diserap oleh pencernaan bayi. Beras putih juga mengandung protein, serta zat besi yang hampir 100% tidak dapat dipenuhi ASI.

Photo by Pille-Riin Priske on Unsplash

2 Pilih Protein yang Kaya Zat Besi

Kenapa Zat Besi?

Defisiensi (kekurangan) zat besi pada bayi menyebabkan gangguan tumbuh kembang, seperti tinggi dan berat badan di bawah normal dan gangguan nafsu makan. WHO memperkirakan defisiensi zat besi terjadi pada 6 bulan pertama kehidupan bayi. Ya gara-gara kita mikirnya cadangan zat besi dari ASI sudah cukup. Makanya, APP (The American Academy of Pediactrics) sampai merekomendasikan pemberian suplemen zat besi pada bayi ASI ekslusif pada usia 4 bulan. Tetapi bukan berarti berhenti memberikan ASI ya. ASI masih mengandung asupan zat besi, tapi tidak mencukupi kebutuhan bayi yang masuk usia 6 bulan.

Protein Hewani Sebagai Sumber Zat Besi

Protein hewani (seperti daging/hati ayam, ikan air laut/ tawar, dan daging/ hati sapi) adalah sumber zat besi yang lebih mudah dimanfaatkan tubuh bayi daripada sumber zat besi dari sayuran (seperti bayam, brokoli, dan sayuran hijau lainnya). Karena kadar zat besi pada protein hewani jauh lebih tinggi dari kadar zat besi pada sayuran.

Sumber: Sehat Lezat

Pemberian protein hewani bisa disesuaikan dengan yang dikonsumsi keluarga pada hari yang sama agar memudahkan. Aku lebih suka ngasih baby M hati ayam sebagai protein hewani pertamanya. Bisa dilihat dari tabel kalau hati ayam mengandung zat besi cukup tinggi dibandingkan protein hewani lainnya. Paha ayam juga mengandung zat besi lebih tinggi daripada dada ayam.

3 Kenalkan Buah dan Sayur Belakangan dalam Jumlah Terbatas

Buah dan sayuran sebaiknya diberikan setelah bayi sudah diperkenalkan dengan karbohidrat dan protein. Karena jumlah kalori dan zat besi pada buah dan sayur tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi. Apalagi rasa manis pada buah dapat membuat bayi menolak rasa tawar karbohidrat.

Kapan bayi mulai makan buah dan sayur?

2 – 3 minggu setelah bayi mengenal berbagai macam sumber karbohidrat dan protein hewani dalam porsi terbatas. Misal 1 – 2 lembar bayam sehari atau 1 kuntum kecil brokoli atau 1 – 2 sdt puree buah.

4 Atur Tekstur Agar Mirip Yoghurt

Bayi yang baru belajar makan cenderung untuk menghisap mpasi dalam sendok. Maka tekstur seperti yoghurt atau agak cair akan memudahkan bayi. Pastikan juga tidak ada yang menggumpal agar bayi tidak tersedak. Kekentalan makanan dapat ditambahkan bertahap agar bayi dapat belajar makan dengan benar.

5 Mulai Porsi dengan Jumlah 1 – 2 sdm

Porsi makanan sesuaikan dengan minat bayi, tetapi sebaiknya dimulai dengan 1 – 2 sdm. Bila minat makan bayi baik, tingkatkan porsinya secara bertahap. Bisa dilanjutkan sampai porsi usia 7 bulan. Target porsi untuk bayi 6 bulan adalah 3 – 4 sdm bubur karbohidrat dicampur 30 gr protein hewani.

6 Berikan Makanan Sejenis 3 Hari Berturut-turut

Misalnya berikan Bubur Nasi dan Hati selama 3 hari berturut-turut sebelum ganti Mashed Potato and Chicken. Tujuannya agar bayi mengenal cita rasanya dengan baik. Amati juga reaksi dari makanan, seperti: diare, tidak bisa bab, batuk, atau kulit sekitar mulut kemerahan.

7 Ketahui Cara Memasak Sehat

Photo by Toa Heftiba on Unsplash

Mengukus adalah cara terbaik untuk mempertahankan cita rasa dan kandungan gizi makanan. Menumis dapat menjadi cara memberi rasa pada makanan, misalkan tumisan bawang putih memberi rasa gurih dan tumisan bawang bombay memberi rasa manis. Pemakaian unsalted butter atau margarin saat menumis juga dapat menambah kalori (lemak) pada makanan. Merebus diperlukan pada bahan yang sulit dibuat lunak dengan mengukus. Agar tidak kehilangan banyak kandungan gizi, cara merebus adalah menggunakan sedikit air dalam waktu singkat. Memanggang juga boleh jika bayi sudah masuk tahap makan masakan keluarga. Yang perlu dihindari adalah menggoreng. Suhu tinggi dalam proses menggoreng dapat merusak kandungan gizi dalam makanan.

8 Alat Masak Apa Saja Bisa Digunakan

Gunakan apa saja yang ada di rumah untuk memasak dan menghaluskan MPASI. Saringan, blender, dandang, panci, slow cooker, potato masher, atau apa aja yang ada di dapur Mom.

9 Pertimbangkan Jenis Sendok dan Mangkok

Pilih sendok yang ujungnya lentur dan dangkal. Tujuannya agar bayi dapat mengambil makanan dengan bibirnya. Bayi pada tahap awal MPASI cenderung tidak suka sendok yang terlalu cekung karena tidak dapat mengambil makanan dengan lidahnya.

Baby M paling suka pakai sendok Tommee Tippee (tengah)

Untuk mangkok, pilih yang dangkal dan bisa dipegang dengan satu tangan. Lebih oke lagi jika mangkok dapat digunakan untuk membekukan, menyimpan, menghangatkan, sampai langsung digunakan untuk menyuapi bayi. Kalau di rumah, aku pakai mangkok dengan bahan keramik atau procelain.

10 Belajar Cara Menyuapi Bayi

Bayi pada tahap awal masih bingung dengan apa yang harus dilakukan pada makanan yang ada di mulutnya. Jadi Mom tidak perlu resah gelisah panik saat bayi mengeluarkan makanannya kembali. Pelajari cara berikut agar tetap tenang saat menyuapi bayi.

  • Tunggu bayi bahagia dan nyaman di kursi
  • Ambil sedikit makanan, posisikan di ujung sendok
  • Ajak bayi membuka mulut dengan menyentuhkan sendok ke bibir bayi atau membuka mulut kita sendiri agar ditiru
  • Dorong masuk sendok pada mulut bayi yang terbuka, miringkan ujung sendok perlahan agar makanan mengalir turun. Tahan beberapa saat agar bayi terbiasa dengan rasa baru.
  • Tarik sendok keluar saat posisinya masih miring dan bayi sudah mengatupkan mulut bawahnya. Ini membantu bayi mengambil makanan dari sendok. Pada step ini, bayi suka melepeh atau mengeluarkan kembali makanan dari mulutnya. Mom harus sabar dan tenang. Ulangi lagi hingga bayi terbiasa dengan sendok dan tahu apa yang harus dilakukan. (Ingat selalu bahwa bayi cerdas dan mampu belajar cepat. Tetap semangat untuk terus menyuapi karena bayi juga antusias untuk belajar makan.)

11 Pangku Jika Bayi Menangis Saat Didudukkan di Kursi

Bayi ASI sudah terbiasa menghubungkan kehadiran ibunya dengan kenyamanan menyusu. Bayi menjadi gelisah saat didudukkan karena aroma ASI ini tidak dapat dicium dari jarak dekat. Ada juga bayi yang happy ketika pertama duduk di booster seat atau high chair. Tetapi menangis di tengah proses menyuapi.

Jangan biarkan bayi tantrum di kursi terlalu lama. Segera peluk dan pangku sambil terus menyuapi. Jika sudah tenang, coba dudukkan lagi di kursi. Bila bayi masih menolak makan saat dipangku, tunda beberapa hari dan coba lagi lagi sampai bayi terbiasa duduk di kursi.

12 Cegah Makanan Berceceran dengan Sedia Bibs, Lap, dan Alas

Menyuapi bayi MPASI perlu dilakukan dengan bahagia dan tenang. Persiapan peralatan perang (((peralatan perang))) untuk mencegah makanan berceceran perlu untuk mengurangi tingkat stress Mom. Sediakan Bibs, Lap, dan Alas di bawah kursi tempat bayi makan.

Bibs berguna melindungi bayi dari makanan yang berceceran dari mulut atau tangannya. Pilih Bibs dengan bahan yang mudah dibersihkan (misalnya plastik) dan memiliki bagian melengkung di bagian bawah untuk menampung makanan yang jatuh. Tetapi yang terpenting adalah memilih bahan yang nyaman digunakan bayi. Karena ada beberapa bayi yang lebih menyukai kain katun yang lembut.

Ini bibs baby M. Bonus setelah beli set toiletries bayi.
Ada bagian melengkung di bawah untuk menampung MPASI yang jatuh.

Sediakan Lap dari bahan kain untuk menyeka makanan yang berceran di mulut dan tangan bayi. Lap dari bahan tissue akan mudah hancur dan bercampur dengan makanan bayi.

Alat atau tikar menjaga kebersihan lantai saat menyuapi bayi. Pilih yang ukurannya cukup lebar, tidak licin, dan mudah dibersihkan. Boleh juga memakai koran jadi bisa langsung dibuang.

13 Durasi Makan Bayi yang Ideal adalah 30 menit

30 menit adalah waktu yang cukup untuk bayi belajar mengerti bahwa Mom ingin dia makan dan ada makanan pada sendok yang Mom sodorkan pada bayi. Ingat bahwa makan seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan. Jadi jangan terlalu lama sampai bayi bosan dan stress.

14 Bayi Paling Bahagia Setelah Bangun Tidur

Saat yang paling tepat untuk mengenalkan bayi makanan padat pertamanya adalah setelah tidur siang atau sejam setelah menyusu. Pada kondisi tersebut bayi tidak terlalu lapar, sudah tidak mengantuk, dan bahagia. Sehingga siap untuk menerima pengalaman baru, yaitu makan MPASI pertamanya.

Note:
Berikan jeda sejam setelah bayi makan sebelum menyusui bayi. Ingat bahwa ASI bukan reward. Biarkan bayi mengenal pola lapar dan kenyang karena makan, bukan menyusu.

15 Air Putih Tidak Memberikan Nilai Kalori

Air putih sebaiknya diberikan sebagai pelarut makanan agar mudah dikonsumsi. Jangan sampai air membuat bayi kenyang sampai menolak menyusu dan makan. Ingat juga bahwa kapasitas lambung bayi masih sangat sedikit. Pemberian air putih (yang tidak mengandung nilai gizi) terlalu banyak akan mengurangi kapasitas lambung untuk dicukupi makanan yang memberikan nilai kalori. Apalagi, kebutuhan cairan bayi 6 bulan masih terpenuhi oleh ASI yang 88 % mengandung air.

Kesimpulan

Berat badan bayi dalam fase kritis usia 6 – 9 bulan memang harus diusahakan agar terus naik. Caranya bukan dengan serta merta memberikan formula atau merasa cukup dengan makanan terfortifikasi. Mengetahui hal-hal dasar pemberian MPASI akan membuat Mom lebih percaya diri karena tahu mana yang baik dan benar dalam medan perjuangan ini. Namun perlu diingat juga bahwa ini pengalaman makan pertama bayi. Yang namanya belajar akan selalu ada ups and downs nya. Maka, yuk selalu bersabar, tetap riang, dan aktif mencoba segala cara agar makan jadi menyenangkan.

Selamat bersenang-senang memberikan MPASI ke anak bayi 🙂

Apakah 15 hal dasar tadi sudah masuk jadi to do list sebelum mulai MPASI? Atau ada basics MPASI lain yang Mom udah persiapkan? Share di komentar yuk, biar sama-sama belajar.

Sumber Pustaka:

Baby Center. Age-by-age Guide to Feeding Your Baby. 22 Oktober 2019. https://www.babycenter.com/0_age-by-age-guide-to-feeding-your-baby_1400680.bc

Baby Center. Introducing Solids. 22 Oktober 1992. https://www.babycenter.com/0_introducing-solids_113.bc

Baby Center. Solid Feeding Basics. 22 Oktober 1992. https://www.babycenter.com/baby-solid-feeding-basics

Pratiwi, I Gusti Ayu Nyoman. Sehat Lezat: Olah Saji dr. Tiwi. 2018. Jakarta. Penerbit Buku Kompas.

WHO. Complimentary Feeding. 22 Oktober 1992. https://www.who.int/nutrition/topics/complementary_feeding/en/

DiMaggio, Dina M., Cox, A., Anthony, F. (2017). Updates in Infant Nutrition.
PortoPediatrics in Review. 38 (10) 449-462. 22 Oktober 2019. https://pedsinreview.aappublications.org/content/38/10/449

35 thoughts on “Sukses Memulai MPASI: 15 Hal Dasar yang Mom Harus Tahu Sebelum Memberikan Makanan Padat Pertama Pada Bayi 6 Bulan”

  1. noted banget nih untuk para moms ya mba yg memiliki bayi dan sudah masuk dalam masa-masa MPASI. Perhatiannya pada makanan yang harus dan boleh dikasih ke anak dan untuk kebutuhan zat besi memang harus optimal ya

    1. Iya mba mengedukasi diri dulu kebutuhan gizi yang dibutuhin apa aja, biar waktu menjaga kewarasan di lapangan nggak keluar jalur hehe

  2. Huwaaa masa2 mpasi itu memang banyak suprisenya. Terutama buat anak pertama. Alhamdulillah dulu ada bala bantuan dari orang2 terdekat.
    Yang aku rasain support system itu penting banget dalam melewati masa perjuangan mpasi

    1. Senengnya yaa mba banyak yang bantuin. Iya support system ini beneran mengurangi kadar stress wkwk. Asal se iya sih sama kita mau mpasi yang kaya gimana. Kalo beda bisa bikin another battle hehe.

  3. Wih ini lengkap banget.
    Jujur saya lebih peduli yang gini-gini pas anak pertama, saat anak kedua, agak kendor nih idealis 😀

    Akan tetapi memang penting banget ya setiap ibu tahu yang terbaik untuk anaknya 🙂

    1. Yess, fakta lapangan emang nggak akan bisa selalu ideal macem daftar di atas mba. Dan emang harus tarik ulur sih kasih makan bayi tuh. Sekarang ini aku berusaha gimana biar bisa se-natural mungkin wkwk. Jadi dianya juga santai ga kaya dipaksa gitu buat makan dengan manner yg aku mau. Tapi emang butuh waktu dan energi, juga doa hehe.

  4. Wah, suka, deh baca ini. Lengkap banget. Dulu pas memulai MPasi saya malah ngenalin buah dulu, tapi ada yang dikukus kayak apel, dilunakkan dulu. Kayaknya memang harus dikenalin sama serealia kayak tips di sini. Makasih sharingnya Mbak

    1. Baby M juga awal2 makan apel kukus mba, tapi jadi toppingnya oat meal. Pas masih 6 bulan, oat-nya diblender dulu baru dimasak pakai air. Sekarang masih suka juga oat meal, favorit banget malah. Tapi udah ngga diblender dan topping-nya makin macem-macem hehe.

  5. Wah panduan banget nih artikelnya buat ibu baru. Saya dulu termasuk yang kebingungan dengan MPASI 6 bulan. Sumber yang saya tahu malah jangan kasih nasi dulu, duluan buah dan sayur saja

    1. Saya juga sampai sekarang masih kebingungan mba sama MPASI hehe. Karena baby feeding ini emang dinamis banget. Tiap fase beda treatment-nya 🙂

  6. Makasih tipsnya Mba Ranti.. meski anak saya sudah setahun lalu masa-masa MPASInya, insyaallah 15 tips ini masih berfaedah buat saya. selalu bersabar, tetap riang, dan aktif mencoba segala cara agar makan jadi menyenangkan. Noted.

  7. Tipsnya benar-benar membantu ibu muda yang memberikan MPASI.
    Jadi ingat waktu saya membuat dan memberikan MPASI untuk anak-anak.
    Seru dan bener-benar menyenangkan karena bisa terus ekspor jenis makanan yang bervariasi.

    1. Bener banget mba. Bayi aku satu hari doyan banget nasi berkuah, besoknya nolak pengen yang kering. Kadang pengen makan lauknya aja juga pernah hehe. Sama kaya kita, bayi juga butuh variasi 🙂

  8. Mantap pembahasannya. Pas banget buat persiapan mpasi buat babyku nanti. Sekarang masih 4 bulan. Jadi, untuk bulan pertama mpasi, cukup nasi dan ayam/ikan, 1-3 sendok saja, air minum cukup untuk pelarut mpasi, setelah 7 bulan baru ditambah buah. Bener gitu mbak?

    1. Iya mbaa. Tapi aku curi start kasih buah hari ke-7 karena pup dia keras, jadi kesakitan gitu anaknya huhu. Buahnya waktu itu jus pir aku siram di atas oatmeal. Kadang apel kukus cinnamon juga kujadikan topping oatmealnya. Jadi ga kebanyakan buah dan tetep karbo tapi anaknya juga lancar BAB 🙂

  9. Terima kasih atas informasinya. Ini benar-benar sangat bermanfaat dan membantu ibu muda. Saya merasakan hal tersebut… hehehe

  10. Urusan MPASI ini saya punya 2 pengalaman. Yang pertama dengan anak mbarep saya mulai dengan serealia dan puree. Sedangkan anak kedua dengan metode BLW. Ya, hasilnya beda dan prosesnya juga sangat berbeda. tapi apapun itu emang lebih baik mengikuti panduan yang jelas. Metode apapun saya yakin ada panduannya. Misalnya seperti dalam artikel ini.

  11. Pertama kali Kenzo MPASI adalah puree buah sampai sekitar 10 hari, baru berani kasih menu agak berat setelahnya. Yang pasti aku jadi kolektor alat2 makan bayi hahhaha

  12. Berasa pengen punya batik lagii…. Anak saya yang kecil udah 8 tahun Mba, jaman dulu waktu bayik belum sempat punya sendok lucu-lucu kayak gitu hehehe.. referensi saya tentang MPASI juga gak sebanyak ini. Dulu cuma pakai buku pegangan ibu Tuti Soenardi. Thanks for share ya mba

    1. Iya alhamdulillah sekarang akses informasi udah enak banget. Tinggal pilih mana yang paling cucok sama kebutuhan keluarga ajaa 🙂

  13. Pas banget nih. Ghazy bentar lagi mau MPASI. Masih 1,5 bulan lagi sih, tapi udah deg-degan. Hahaha…

    Sejujurnya bingung juga gimana memulai segalanya. Mau nyoba masaknya dulu mungkin, sebelum nanti betul-betul MPASI beneran.

    Tapi sebetulnya aku lebih mempertanyakan penyimpanannya sih. Soalnya nggak yakin bisa selalu masak waktu dia mau makan. Kan ya rempong parah.

    1. Kalau aku dulu baby M 6 bulan, bikin sekali di pan bisa buat 3 mangkuk. 2 mangkuk aku masukin freezer. Jadi nyetok tapi ngga yang sampai banyak banget gitu. Karena kadang dia suka bosen, apalagi kalau udah masuk minggu kedua hehe. Minggu pertama masih aku samain menunya 3 hari buat cek alergi apa ngga.

      Tapi lama-lama yang paling challenging di umur 6 bulan sabar ngajarin bayik buka mulut dan menelan hehe. Pengalamanku aja sih. Ada bayi lain juga yang first attempt langsung bisa lahap 🙂

  14. noted bgt sih ini mbak. makasih informasinya. meskipun agaknribet sih kalau buat makanan sendiri dengan porsi sedikit2. krn bayi kan baru belajar. makanya banyak yg menggunakan mpasi instan.

    1. Iyess ribet tapi seru. Yang penting senyamannya ibunya. Biar anak juga ikut happy sama proses belajar makan 🙂

  15. Ini komplit banget penjelasannya. Semangat selalu buat para mommies yang putra-putrinya sedang dalam fase MPASI. Memang ada tantangan dan tiap anak berbeda nantinya. Tapi kalau kita mau telaten Insya Allah lancar jaya prosesnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Join The List

Sign up and be the first to know about new articles, freebies, giveaways, and more!