Top 5 WordPress Plugin for Newbie

Waktu dulu mulai blogging pakai platform WordPress, aku sempat ngalamin yang namanya overwhelming sama plugin. Yaa namanya juga masih baru, semangat banget nyobain ngoprekin plugin ini itu.

Bagi user WordPress, plugin memudahkan aktivitas blogging tanpa harus ribet mikirin coding. Plugin memang bisa menjadi jalan pintas. Tapi jangan sampai asal install plugin tanpa tahu memang butuh atau ngga. Atau jumlah plugin yang di-install banyak banget padahal fungsinya sama. Pemasangan plugin yang berlebihan bisa bikin Page Speed blog kita melambat. Ngga mau kan udah capek-capek bikin konten bagus terus orang jadi batal baca gara-gara blog kita loading lama.

Well, menganut prinsip Lagom dalam berbenah, jumlah plugin emang harusnya juga just right alias cukup. Nggak terlalu banyak dan nggak terlalu sedikit. Sesuai yang kita butuhkan. Makin ke sini, aku jadi tahu plugin apa yang emang aku butuhin biar ngeblog lebih mudah, efektif, dan tentunya terlihat menarik. Ini dia my top 5 plugin buat kamu yang baru mulai blogging.

1 Yoast SEO

Sumber: yoast.org

Siapa yang nggak mau blognya nangkring di halaman pertama pencarian Google? Untuk bisa gini, kita perlu menerapkan yang namanya SEO (Search Engine Optimization). Sejujurnya banyaaaaak banget langkah-langkah SEO baik untuk artikel maupun website mulai dari menentukan keyphrase, memastikan keyword tersebar merata, nulis meta title dan meta description, bikin konten yang terstruktur, link building, aand many moore. Lepas dari itu semua kita juga pengen kan konten kita enak dibaca. Nah Yoast SEO sangat ngebantu buat urusan SEO ini.

Ada fitur Readability Analysisnya. Jadi kita tahu apa aja yang harus diimprove dari artikel kita biar SEO-able.

Merah artinya masih perlu diperbaiki. Hijau berarti SEOnya dah oke.

Salah satu fitur SEO dari plugin ini yang bisa kita gunakan adalah menulis meta tittle dan meta description. Meta title adalah judul artikel dari hasil pencarian, sedangkan meta description adalah ringkasannya. Di menu Edit Snippet, kita bisa ngedit meta title dan meta description artikel agar lebih menarik perhatian pengunjung. Plugin Yoast SEO sendiri yang akan memberikan indikator apakah judul dan deskripsi kita tidak terlalu panjang dan nyambung dengan keyword. Meta tittle dan meta description akan berubah warna menjadi hijau jika sudah sesuai dengan keyword target kita.

Plugin ini juga dapat kita manfaatkan untuk menambah sitemap XML ke website WordPress kita. Fungsinya agar website kita bisa lebih cepat diindeks oleh Google. Kita pengen dong website kita muncul di hasil pencarian Google. Makanya website kita harus ada di Google Index terlebih dahulu sebelum kita ngurusin SEO dan berkompetisi untuk muncul di halaman pertama hasil pencarian.

Tinggal klik On pada SEO – General – XML sitemaps

2 Insert Headers Footers

Sumber: id.wordpress.org

Begitu banyak fasilitas analisa traffic (juga monetisasi) dari Google yang mengharuskan kita untuk meletakkan kode pada header atau footer wesite. Seperti verifikasi website di Google Search Console, menghubungkan website dengan Google Adsense, dan memasang Google Analytics.

Buat yang baru mulai ngeblog, agak bahaya buat ngoprek script header.php dan footer.php secara manual karena dapat merubah tema bawaan. Paling aman memang menggunakan plugin ini. Tinggal buka menu Setting, lalu klik Insert Header Footer, paste kodenya, selesai sudah urusan memasukkan script ini.

Keuntungan lain memakai plugin Insert Headers Footers adalah kita ngga perlu lagi download banyak plugin lagi. Google Analytics misalnya. Tinggal masukkan kode Analytics tanpa perlu install plugin Google Analytics.

3 Easy Updates Manager

Sumber: id.wordpress.org

Update, update, dan update!

WordPress emang sering minta di-update. Bukan tanpa alasan, versi lama WordPress lebih rentan kena hack daripada versi updated-nya. Jadi penting banget buat selalu update versi terbaru WordPress demi keamanan website kita. Selain itu, fitur baru yang mucul setelah update selalu seru dan makin memudahkan buat blogging.

Seperti Gutenberg Editor dengan mode visualnya yang bikin kita jadi lebih nyaman utak-atik media di artikel kita pakai Blocks. Dan yang paling baru nih tema default yang namanya Twenty Twenty. Pakai Blocks Editor juga. Kalau Gutenberg pakai Blocks buat edit artikel, Twenty Twenty juga pakai Blocks tapi untuk nge-layout tampilan website. (Jadi mikir ini kaya Divi Builder).

Biar nggak ribet lagi memeriksa Dashboard apakah sudah waktunya update atau belum, pakai aja plugin Easy Updates Manager. Dengan plugin ini, kita bisa mengaktifkan update otomatis dengan sekali klik. Bonusnya, plugin ini bisa kita integrasikan dengan plugin backup Updraft Plus. Oiya penting untuk selalu back up sebelum update ya. Dengan memiliki file backup, kita bisa dengan mudah melakukan pemulihan misalkan saja suatu saat nanti (semoga enggak) blog kita mengalami masalah.

4 WPS Hide Login

Sumber: id.wordpress.org

Pasti udah terbiasa dong untuk login dengan url https://www.websitekita.com/wp-admin. Walaupun tingkat keamanan WordPress tinggi, kita sebaiknya tetap mengganti halaman login default. Buat nambah keamanan aja. Dengan mengganti URL halaman login, minimal hacker nggak langsung tahu kalau kita pakai wordpress. Juga mencegah website kita dari serangan yang menarget /wp-admin dengan teknik brute force attack. Dengan WPS Hide Login, kita bisa mengakses dashboard WordPress melalui URL baru yang hanya diketahui oleh kita.

5 WP Smush

Sumber: id.wordpress.org

Biasanya yang bikin kecepatan website kita nggak wusssh itu adalah penggunaan gambar-gambar dengan resolusi yang tinggi. Nggak heran kalau kompres gambar selalu jadi nasihat yang muncul di Page Speed kalau jika skornya rendah.

Ada banyak tools kompress gambar yang bisa membantu kita seperti TinyJPG, ILoveIMG, dan lainnya. Tetapi kadang satu artikel aja bisa terdiri dari 5 gambar atau lebih. Pasti capek juga kalau harus kompres gambar satu-satu.

Biar lebih praktis, pakai aja plugin kompresi gambar. Salah satu yang terbaik adalah WP Smush. Menggunakan plugin ini setiap gambar yang kita upload di blog akan dikompres secara otomatis. Just sit back and relax.

Terakhir nih sebenernya pengen banget bisa rekomin Site Kit. Plugin yang baru aja rilis akhir tahun lalu oleh Google. Kalau udah di-Set Up, Site Kit bisa mengintegrasikan blog kamu dengan tools Google yang selama ini pasti kita pakai seperti Google Analytics, Google Search Console, PageSpeed Insight, Google Adsense, Optimize, dan Tag Manager. Sayangnya verikasi website di plugin ini agak susah. Sampai-sampai di support forum plugin Site Kit, hampir semua issue yang dibahas adalah tentang verifikasi website kita. So, for now Site Kit nggak masuk top 5 dulu.

Closure

Itu tadi 5 plugin rekomendasi aku. Apakah plugin kamu juga salah satu dari my top 5 plugi ? Atau kamu juga punya plugin andalan lain? Share your opinions down below ya. Semoga daftar plugin tadi ngebantu kamu buat memilih mau install yang mana aja dulu. Dan tentunya biar makin meningkatkan performa website dan semangat kamu buat terus blogging.

28 thoughts on “Top 5 WordPress Plugin for Newbie”

  1. wow wow wow tulisannya daging semua,berasa belajar bnyak hal stelah baca tulisan ini. terima kasih ulasannya kak, ntr kl bngung utak atik WP, bs balik ke blog kakak deh hehe~

  2. Sebagai pengguna blogspot, ku tak paham dengan aneka plug in ini. Terus kemarin gara-gara ada temen yang migrasi ke wordpress jadi pingin juga. Cuma ya itu, masih buta dan waktunya masih terbatas banget buat otak-atik blog.

    Plug in yang bikin naksir wordpress itu sebetulnya yang Yoast itu. Jadi tahu kan, artikel kita udah SEO friendly dan readable apa nggak.

    1. Hayuu migrasi, jadi ikut ngomporin hehe. Nanti yaa kalau dede Ghazi udah lebih independen eksplor-eksplor sendiri.

      Iyaa Yoast jadi semacem editor yang ngerevisi tulisanku udah oke apa belum 🙂

  3. Pingin hijrah sih sebenarnya dari Blogspot ke WordPress tp ya ituu, masih maju-mundur syantiik, hihi… kali gegara liat punya temen pakai landing page n plugin2 yg keren2 yahh. Semoga klpun migrasi ke WP bukan krn ikut2an deh yaa

    1. Migrasi aja, hehe. WordPress nggak seribet kedengerannya kok. Ada masalah apa aja juga udah banyak tutorialnya.

  4. Kalau saya pakai jetpack sebagai pengganti wp smush buatan yang punya wordpressnya sendiri. Lebih kaya fitur kalau menurut saya, tidak hanya kompres image, si jetpack juga nyedian fitur cdn image kita. Jadi lebih bagus hasil test speednya 🙂

    Sama satu lagi yang kupake adalah plugin amp, buat bikin tampilan amp di blog kita. Biar cepat tampilannya kalau di buka di mobile.

    1. Wah kalau ini plugin rekomendasi senior. Aku juga udah lama pengen install Jetpack buat analyticsnya. Kalau plugin amp baru denger hehe. Leh uga buat naikin pagespeed. Makasih banyak sharingnya ya 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Join The List

Sign up and be the first to know about new articles, freebies, giveaways, and more!